Taat dan Rendah Hati (Renungan Harian Katolik, 20 Desember 2022) - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Senin, 19 Desember 2022

Taat dan Rendah Hati (Renungan Harian Katolik, 20 Desember 2022)



Penulis: Hendrikus Dasrimin

Sudah dipublikasikan juga di Buku Cafe Rohani, 20/12/22.


Pusat pemberitahuan tentang kelahiran Yesus adalah pembaharuan radikal dari tindakan penyelamatan Allah. Anak yang akan lahir, tidak hanya akan menjadi “besar di hadapan Tuhan” seperti Yohanes (Luk 1:15), tetapi akan disebut “Anak Allah Yang Mahatinggi” (Luk 1:31). Kelahiran Yohanes dimungkinkan oleh cara alami dengan memulihkan kesuburan, sedangkan Yesus akan lahir dari seorang perawan. Yohanes akan penuh dengan Roh Kudus sementara dalam kandungan, sedangkan Yesus dikandung dengan kekuatan Roh Kudus.


Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus disampaikan oleh malaikat Gabriel kepada Maria. Bunda Maria terkejut dengan salam malaikat. Ia merasa bingung terhadap apa yang disampaikan malaikat, karena ia belum bersuami. Ia merasa diri tidak layak mengapa Allah berkenan kepadanya dan diberkati di antara segala wanita. Maria tidak dapat menjelaskan atau memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi, namun dia tahu jauh di dalam jiwanya bahwa Allah akan membuat kemuliaan-Nya menjadi nyata. Maria dipilih oleh Allah untuk mengambil peranan yang khusus dan istimewa dalam karya keselamatan-Nya. Atas semuanya itu Maria berkata, “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”.  


Tanggapan Maria ini merupakan ungkapan kerendahan hati dan ketaatannya pada kehendak Allah. Maria telah menjadi model murid Kristen sejak permulaan. Sebagai orang beriman, kita pun diajak untuk senantiasa hidup dan bertindak dengan taat dan rendah hati seperti teladan bunda Maria. Ketaatan dan kerendahan hati ibarat mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan. Supaya bisa taat, seseorang harus memiliki sikap kerendahan hati.


Keibuannya secara fisik merupakan rahmat yang unik, tetapi keibuannya secara rohani dimiliki oleh siapa saja yang memberikan jawaban iman seperti Maria (Luk 8:21). Mari kita terus berjuang untuk taat dan setia pada kehendak dan perintah Allah. Dengan demikian kita ikut berpartisipasi dalam mewujudkan karya penyelamatan dunia 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar