Penulis: Hendrikus Dasrimin
Sudah dipublikasikan juga di Buku Cafe Rohani, 20/12/22.
Pusat pemberitahuan tentang kelahiran
Yesus adalah pembaharuan radikal dari tindakan penyelamatan Allah. Anak yang
akan lahir, tidak hanya akan menjadi “besar di hadapan Tuhan” seperti Yohanes
(Luk 1:15), tetapi akan disebut “Anak Allah Yang Mahatinggi” (Luk 1:31).
Kelahiran Yohanes dimungkinkan oleh cara alami dengan memulihkan kesuburan,
sedangkan Yesus akan lahir dari seorang perawan. Yohanes akan penuh dengan Roh
Kudus sementara dalam kandungan, sedangkan Yesus dikandung dengan kekuatan Roh
Kudus.
Pemberitahuan tentang kelahiran Yesus
disampaikan oleh malaikat Gabriel kepada Maria. Bunda Maria terkejut dengan
salam malaikat. Ia merasa bingung terhadap apa yang disampaikan malaikat, karena
ia belum bersuami. Ia merasa diri tidak layak mengapa Allah berkenan kepadanya
dan diberkati di antara segala wanita. Maria tidak dapat menjelaskan atau memahami sepenuhnya apa yang sedang
terjadi, namun dia tahu jauh di dalam jiwanya bahwa Allah akan membuat
kemuliaan-Nya menjadi nyata. Maria dipilih oleh Allah untuk mengambil
peranan yang khusus dan istimewa dalam karya keselamatan-Nya. Atas semuanya itu Maria berkata, “Aku
ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”.
Tanggapan Maria ini merupakan ungkapan
kerendahan hati dan ketaatannya pada kehendak Allah. Maria telah menjadi model
murid Kristen sejak permulaan. Sebagai
orang beriman, kita pun diajak untuk senantiasa hidup dan bertindak dengan taat
dan rendah hati seperti teladan bunda Maria. Ketaatan dan kerendahan hati
ibarat mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan. Supaya bisa taat, seseorang
harus memiliki sikap kerendahan hati.
Keibuannya secara fisik merupakan
rahmat yang unik, tetapi keibuannya secara rohani dimiliki oleh siapa saja yang
memberikan jawaban iman seperti Maria (Luk 8:21). Mari kita terus berjuang untuk taat dan setia pada kehendak
dan perintah Allah. Dengan
demikian kita ikut berpartisipasi dalam mewujudkan karya penyelamatan dunia


Tidak ada komentar:
Posting Komentar