Peranan Roh Kudus, kerendahan hati Yesus ditonjolkan
dalam bacaan-bacaan hari ini. Nabi Yesaya menceriterakan seorang hamba Yahwe,
hamba dari Allah, hamba pilihan Allah. Yesus bersama orang banyak
turun ke dalam sungai untuk dibaptis meskipun Ia tidak memerlukan pertobatan
sama sekali. Dalam kerendahan hati seorang Hamba Yahwe, Ia mewartakan
ketundukan pada kehendak Allah yang menyelamatkan.
Injil memuat 3 hal: (i) Yesus dibaptis oleh Yohanes di Yordan,
(ii) sewaktu keluar dari air, ia melihat langit terbelah dan Roh turun
kepadanya seperti burung merpati, (iii) saat itu juga ada suara dari langit
mengatakan "Engkau anak-Ku yang terkasih, kepadamulah Aku berkenan".
Dengan ini penginjil hendak menegaskan bahwa baptisan Yesus berbeda dengan baptisan lain sebagai tanda pertobatan dan pengampunan dosa.
Pembaptisan Yesus lebih dimaknai sebagai tanda solidaritas hidup-Nya
kepada kemanusiaan kita yang lemah. Pembaptisan Yesus masih merupakan kelanjutan
dari peristiwa Natal, ketika Sang Sabda menjadi manusia dalam segala hal,
kecuali dosa.
Pewahyuan
yang diterima Yesus dari Bapa setelah keluar dari air menjelaskan lebih lanjut
arti dari pembaptisan-Nya. Dengan
baptisan di Sungai Yordan, Yesus dinyatakan sebagai Anak Allah. "Engkau
anak-Ku yang terkasih, kepadamulah Aku berkenan". Matius “Inilah AnakKu....” Ia kemudian memberi makna menjadi Anak Allah melalui sikap hidup,
pekerjaan, serta pewartaan-Nya.
Ketika di Gunung Golgota, saat Ia telah melakukan
segala kehendak Bapa-Nya, jati diri Yesus sebagai Anak Allah
diakui, bukan oleh para murid-Nya tetapi oleh kepala pasukan yang melihat
peristiwa kematian-Nya dengan berkata, “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah”
(Mat 27:54 / Mrk 15:39).
Makna pembaptisan Yesus diperjelas oleh kematian dan kebangkitan-Nya. Peneggelaman Yesus ke dalam air dipandang sebagai gambaran dari kematian-Nya. Sedangkan keluar dari air, dan kata-kata Bapa mengantisipasi kebangkitan-Nya. Kebangkitanlah yang menetapkan Yesus sebagai Putra Bapa.
Melalui sakramen Baptis, seseorang sudah dinobatkan menjadi anak-anak Allah. Pewahyuan diri Yesus sebagai Anak yang dikasihi Allah menjadi petunjuk bagi kita semua, bahwa dalam diri pribadi setiap manusia tersimpan benih keputraan oleh karena kasih Allah. Maka kita patut mensyukuri Sakramen Pembaptisan yang telah kita terima, seraya berjuang menjalankan tugas perutusan kita sebagai anak-anak Allah, di tengan kehidupan kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar