![]() |
| Ilustrasi (Foto: hidupkristen.com) |
Hari ini kita mulai memasuki
masa “Adventus”, masa penantian kedatangan Kristus Sang Juru damai pada hari
natal dan pada akhir zaman nanti. Tema bacaan pada hari ini adalah sebuah
ajakan untuk senantiasa berjaga-jaga. Tema ini sejajar dengan beberapa perikop Injil
lainnya yang menceriterakan tentang perumpamaan talenta dan kisah tentang
sepuluh gadis. Kedua cerita tersebut mengingatkan kita juga supaya kita menunggu Tuhan yang sedang berkarya.
Yesus mengundang kita
untuk berjaga-jaga sambil menantikan kedatangan-Nya. Bagaimana Ia akan datang
nanti dan tanda-tanda apa menjelang kedatangannya, secara jelas dinyatakan
dalam kisah-kisah Injil; bahwa kedatangan-Nya tidak diketahui kapan akan
terjadi. Kitab Suci hanya mencatat bahwa peristiwa itu didahului tanda-tanda
alamiah: nampak pada matahari, bulan dan bintang-bintang: langit akan
bergoncang.
Penginjil agaknya
menghayati betul bahwa peristiwa alam berhubungan erat dengan kekuatan dan
kemahabesaran Allah. Kitab Suci sering mengungkapkan keadaan Allah: Allah
murka, Allah yang setia dan belas kasih dengan menggunakan keadaan langit dan
dunia. Kekuatan alam raya menjadi tak berarti dalam berhadapan dengan kekuatan
Allah yang maha dahsyat. Dunia seakan tak berarti ditangan Tuhan.
Apa yang mau disampaikan
kepada manusia? Jelas, bahwa manusia senantiasa harus berjaga-jaga dan selalu siap.
Dalam bacaan Injil Yesus mengingatkan para murid-Nya agar tidak terjadi lagi hal
yang sama seperti pada zaman Nuh. Mereka tidak pernah menyadari akan datangnya
akhir zaman, karena itu mereka makan dan minum, berpesta pora, hidup
senang-senang saja, akhirnya mereka semua binasa, kecuali Nuh dan keluarganya
yang selamat: menyiapkan kapal dan segala perlengkapannya.
Kita diminta untuk
memiliki sikap berjaga-jaga. Berjaga-jaga berarti kita hidup dengan sadar,
selalu bangun. St. Paulus dalam Bacaan II menggunakan istilah “Selalu bangun
dari tidur”. Yesus meminta kepada kita semua untuk hidup dalam keadaan “siap”
atau dalam keadaan selalu berjaga-jaga secara kreatif. Itu berarti Yesus mengendaki
agar kita selalu berjaga sambil berdoa; hidup dengan kesadaran penuh kapan dan
dimana saja kita berada; hidup sesuai dengan ruang dan waktu secara tepat.
Hal yang sama juga ditegaskan
Paulus dalam Bacaan II. Paulus mengajak kita untuk hidup dengan sopan, seperti
pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan
dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Ia menambahkan, kenakanlah
Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat
tubuhmu untuk memuaskan keinginanmu.
Cara hidup seperti inilah
yang dikehendaki Allah. Berjada-jaga secara kreatif, berjaga-jaga sambil berdoa
adalah satu kewaspadaan hidup yang menolak sikap santai dan bermalas-malasan,
yang menolak sikap “mental enak” dan menyerah pada nasib.
Berjaga-jaga berarti hidup menurut kehendak Allah,
hidup dalam keadaan pinggang yang tetap terikat dan pelita yang tetap bernyala.
Yesaya sungguh menyadari bagaimana kalau Bangsa Israel tidak hidup menurut
kehendak Allah. Kelambanan umat yang melupakan Tuhan, mengakibatkan kesedihan
dan malapetaka yang kini dialaminya sendiri.
Berjaga-jaga mengarah manusia
kepada pengadilan paripurna. Bagaimana pengadilan paripurna itu? Dikatakan
secara jelas oleh nabi Yesaya dalam bacaan I: Tuhan mengumpulkan segala bangsa
dalam damai abadi kerajaan Allah; Kerajaan Allah dilihat sebagai gunung Tuhan,
rumah Allah Yakub, Sion, tempat Allah mengajarkan manusia tentang jalan-jalan-Nya.
Dari sana Allah akan menjadi hakim bagi banyak suku bangsa.
Berjaga-jaga adalah satu
cara hidup kristen yang coba berjalan berdasarkan keutamaan-keutamaan kristiani
dan keutamaan-keutamaan Ilahi, antara lain kerendahan hati, kesetiaan, cinta, dan
semangat berkorban.
Masi kita berjaga-jaga
secara kreatif, bukan hanya puas dengan
apa yang ada hari ini, apa yang kita alami saat ini, tetapi coba berjalan ke
kedalaman batin dan sanubari. Mari menelusuri sudut-sudut hati dan nurani kita,
melihat kehendak dan kebesaran Allah. Dengan itu kita akan semakin rendah hati
dan patuh di hadirat Allah.
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar