ANJING yang “MENOBATKAN” YESUS - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Rabu, 08 Februari 2023

ANJING yang “MENOBATKAN” YESUS

 


(Mrk  7:24-37)  

Perempuan dari Siro-Fenisia yang meminta Yesus menyembuhkan anaknya yang kerasukan roh jahat. Ia seorang wanita dan bukan Yahudi. Tidak mengherankan bahwa ia merangkak di kaki Guru laki-laki Yahudi, memohon pertolongan kepada-Nya (ay. 25-26). Pembaca Markus dari abad pertama tidak begitu terkejut akan kata-kata kasar yang diucapkan Yesus untuk menolak memberikan kepada orang kafir (anjing) apa-apa yang menjadi hak orang-orang Yahudi (anak-anak tuan rumah).

Mereka toh akan heran bahwa Yesus mengizinkan wanita kafir berkeras pada permintaannya dan bahkan mempermainkan kata-kata-Nya untuk memperoleh apa yang ia inginkan: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak” (ay. 28). Ketegaran perempuan kafir (anjing) memaksa (menobatkan) Yesus untuk membuat perkecualian dari peraturan (yaitu lebih dulu memperhatikan umatnya sendiri, baru kemudian orang lain, ay. 27). Ia menyembuhkan anak perempuan yang kerasukan itu dengan sepatah kata sebagai hadiah bagi ketegaran dan iman ibunya terhadap-Nya (ay. 29). Perempuan ini seolah-olah “menobatkan” Yesus yang sebelumnya mengatakan “Tidak patut mengambil roti disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” (ay. 27).

Kisah ini memiliki beberapa ajakan atau pesan bagi kita: pertama, untuk meniru ketegaran wanita itu, juga ketika masalahnya menjadi tanpa pengharapan: kedua, untuk meniru Yesus ”yang melanggar hukum” demi "orang luar”; dan ketiga, untuk memeriksa keterbukaan mereka terhadap mereka yang mempunyai kepercayaan lain, terutama orang-orang Yahudi, "anak-anak tuan rumah” yang pertama.

*)Bdk. Tafsiran Alkitab KSPB (LBI), Dianne Bergant, dkk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar