PERTEMUAN ADVEN III - Tahun A "Yesus, Pemenuhan Harapan Kita" (Mat 11: 2 – 11) - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Kamis, 08 Desember 2022

PERTEMUAN ADVEN III - Tahun A "Yesus, Pemenuhan Harapan Kita" (Mat 11: 2 – 11)

Pertemuan Adven III di Lingkungan Pesangrahan (Dok. Lingkungan)



 

Penyusun: Seksi Pewartaan Paroki Gembala Baik Batu


1. Tujuan

  • a. Peserta memahami kedudukan Yohanes Pembaptis dan hubungannya dengan Yesus.
  • b. Peserta memahami identitas/jatidiri Yesus.
  • c. Peserta menyadari bahwa Yesus adalah pemenuhan harapan kita akan dunia yang lebih baik.

 

2. Waktu: 90 menit

 

3. Gagasan Pendukung

Perikop Injil Matius ini (Mat 11:2-11) mempersoalkan apakah Yesus merupakan pemenuhan harapan dunia kita atau tidak? Apakah Yesus adalah harapan kita? Pada hakikatnya, manusia itu dilahirkan dengan harapan. Biasanya harapan itu bersifat duniawi. Harapan itu akan makin kuat terungkap khususnya kalau ada situasi krisis atau situasi di mana manusia itu kehilangan atau kekurangan segala yang pokok dari hidupnya. Dia mengharapkan suatu dunia atau masa depan yang lebih baik. Akan tetapi, dia juga bisa frustrasi dan menyerah pada keadaan tanpa suatu usaha sedikit pun. Ada yang kehilangan harapan. Apakah masyarakat Indonesia sekarang ini sedang mengharapkan suatu masa depan yang lebih baik?

 

Kita mengakui bahwa segala harapan kita terpenuhi dalam Kristus. Dialah yang meringankan penderitaan kita. Dialah yang mengubah hidup kita. Dia menjadikan kita manusia baru. Kita tidak perlu mengirim utusan kepada Yesus dan menanyakan apakah Dia yang kita nanti-nantikan itu atau orang lain. Kita tidak menantikan lagi orang lain. Yesus adalah Mesias kita. Dia adalah Juruselamat kita.

 

Persoalannya sekarang adalah apakah kita menjadi harapan dunia sekitar kita akan suatu masa depan yang lebih baik? Apakah kita menjadi dorongan bagi orang lain untuk lebih teguh percaya kepada Allah? Bukankah kita telah mendapatkan kepenuhan harapan kita dalam Kristus? Apakah kita, orang-orang Katolik memenuhi harapan orang-orang di sekitar kita akan keadilan dan perdamaian? Apakah kita memberi harapan kepada orang sakit, putus asa, orang-orang yang kurang diperhatikan dan disisihkan dengan perbuatan dan kata-kata kita? Apakah kita menjadi pembawa damai? Kita harus menjadi saksi bahwa Yesus adalah kepenuhan harapan kita.

 

Jika kita belum melihat panggilan kita untuk membawa terang dalam dunia yang gelap ini, mungkin hal ini disebabkan karena Yesus belum memenuhi hati kita. Dia belum menjadi pengharapan kita. Dia belum menjadi kepercayaan kita. Oleh karena itu, kita harus dengan penuh kerendah-hatian memohon ampun kepada Tuhan Yesus dan berkata, “Yesus, harapan dan kepercayaan kami, kasihanilah aku orang yang berdosa ini. Datanglah, ya Tuhan Yesus.”


 

4.     Lagu Pembuka: PS no. 442 (ay.1 dan 2)

 

5.     Tanda Salib dan Salam

P : Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U : Amin.

P : Tuhan sertamu

U : Dan sertamu juga.

 

6.     Pengantar

(Fasilitator menyampaikan/membacakan Gagasan Dasar dari Pertemuan III. Sesudah itu, Fasilitator menyampaikan Kata Pengantar berikut ini untuk memberikan penjelasan tentang apa yang hendak dicapai dalam pertemuan ini).

 

Selamat sore/malam, Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita memasuki Minggu Adven III.  Minggu Gaudete. Ada kegembiraan karena Hari Raya Natal semakin dekat. Pada Pertemuan Ketiga ini, kita akan mendalami subtema “Yesus, Pemenuhan Harapan Kita”. Kita akan merenungkan Siapakah Yesus itu bagi kita yang hidup dalam zaman digital ini. dialah Pemenuhan Harapan Kita.

 

7.     Doa Pembuka

P: Marilah berdoa. Allah Yang Mahabaik, ajarilah kami menata hidup dengan payung kerendahan hati dan semangat pelayanan, seperti yang telah ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis dalam seluruh aspek hidupnya. Ia tidak menonjolkan diri. Ia tidak membanggakan karyanya di depan publik, malahan setelah sekian lama menyiapkan jalan bagi Tuhan, ia berujar: Aku bukan terang itu, tetapi aku harus memberi kesaksian tentang terang itu. Tuhan, Surya Keadilan, sadarkanlah kami bahwa keunggulan suatu karya dan mutu suatu usaha bukan ditemukan dalam imbalan materi, melainkan dalam kepuasan batin, karena tugas tersebut telah dilaksanakan dengan baik dan ikhlas. Maka, yang membahagiakan manusia dan yang menjadikan manusia itu besar bukan kehebatan suatu pekerjaan dengan imbalan upah materi yang tinggi, melainkan pelaksanaan suatu pekerjaan dengan baik, ikhlas, dan berhasil. Semoga kami dapat meneladani semangat Yohanes Pembaptis. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin.

 

8.     Bacaan Kitab Suci (Mat 11: 2 – 11)

(Fasilitator meminta beberapa peserta membaca teks per alinea, satu orang satu alinea, dengan suara lantang dan tidak tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian sambil mengikutinya dalam Alkitab masing-masing).

Yesus dan Yohanes Pembaptis (Mat 11:2-11)

11:2 Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

11:3 lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

11:4 Yesus menjawab mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:

11:5 orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

11:6 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

11:7 Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?

11:8 Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.

11:9 Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.

11:10 Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

 

9.     Pendalaman Teks KS

(Fasilitator meminta peserta membaca kembali teks sambil memerhatikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. para peserta dapat dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu di dalam teks Kitab Suci).

 

1)    Untuk apa Yohanes Pembaptis mengirim utusannya kepada Yesus?

2)    Apa jawaban Yesus kepada utusan Yohanes Pembaptis? Bagaimana kita harus mengerti jawaban itu?

3)    Siapakah Yohanes Pembaptis itu menurut Yesus?

 

10.  Penjelasan Teks KS

1)    Teks ini (Mat 11:2-11) berbicara tentang Yohanes Pembaptis yang mengirim utusan untuk menanyakan identitas Yesus (ay. 2-6). Sebaliknya, Yesus memuji Yohanes Pembaptis (ay. 7-11).

2)    Teks ini cukup membingungkan. Bagaimana tidak? Yohanes telah diperkenalkan sebagai seorang yang mempersiapkan jalan bagi Yesus. Dia juga telah membaptis Yesus di sungai Yordan (Mat 3:13-17). Tetapi di sini, Yohanes masih bertanya tentang identitas Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Latar belakang pertanyaan ini sendiri tidak dikatakan. Hanya dikatakan bahwa Yohanes ada di dalam penjara dan dari situ dia mendengar tentang “pekerjaan Kristus”. Yohanes tahu apa yang dilakukan Yesus. Lalu untuk apa dia mengirim utusan kepada Yesus? Dia ingin tahu dari mulut Yesus sendiri apa yang dikatakan tentang diri-Nya. Apakah Dia yang akan datang itu yakni yang akan mengadili umat (3:12) ataukah mereka harus menantikan orang lain? Kelompok Yohanes rupanya mengharapkan agar Yesus segera menyatakan diri-Nya agar Kerajaan Allah segera datang.

3)    Apa jawaban Yesus dan bagaimana kita harus mengerti jawaban ini? Yesus tidak menjawab secara langsung. Dia mengundang Yohanes untuk menarik kesimpulan sendiri apakah jawaban-Nya ini sesuai dengan harapannya atau tidak. Dia hanya menunjukkan apa yang Dia lakukan. Dari perbuatan-perbuatan-Nya, orang mengenal Dia dan mengetahui apakah Yesus menjawab harapannya. Yesus mengatakan bahwa Dialah orang yang meringankan penderitaan orang lain. Dia bahkan membangkitkan orang mati. Bukan itu saja. Dia juga mengabarkan kabar baik kepada orang miskin. Utusan-utusan Yohanes diminta untuk mengabarkan kepada guru mereka apa yang mereka dengar dan lihat. Apakah Yohanes puas dengan jawaban ini, kita tidak tahu. Tetapi jawaban Yesus ditutup dengan suatu seruan bahagia. Berbahagialah orang yang tidak menolak Dia! Berbahagialah Yohanes apabila dia mau menerima Yesus sebagai Mesias yang datang meringankan penderitaan orang lain dan membawa pembebasan kepada manusia yang terbelenggu. Betapa bertentangan gambaran Mesias yang diberikan di sini dengan harapan Yohanes!

4)    Setelah utusan-utusan Yohanes itu pulang, Yesus mulai berkata sesuatu tentang Yohanes. Untuk apa? Bukankah semua orang telah mengenal Yohanes? Bukankah Yohanes mempunyai daya tarik yang begitu besar sehingga semua orang pergi mendengarkannya di padang gurun? Memang benar, tetapi perlu diberitahukan siapakah Yohanes itu sebenarnya. Semua orang sudah tahu bahwa Yohanes adalah seorang asket. Penampilannya sangat sederhana. Tetapi siapakah dia sebenarnya? Dia adalah seorang nabi, bahkan lebih daripada nabi. Dia bahkan orang yang paling besar yang pernah lahir. Mengapa? Karena, dia mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus. Itulah panggilan Yohanes dan di situ pulalah terletak kebesaran-nya. Mengapa hal ini perlu diberitahukan? Agar orang tidak ragu-ragu lagi tentang kedudukan Yohanes dan hubungannya dengan Yesus. Yesus jauh lebih besar daripada Yohanes, karena bahkan “orang yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia” (ay.11). Yohanes mempersiapkan jalan bagi Tuhan, tetapi seorang murid yang adalah orang kecil (10:42) berada bersama Tuhan. Dia mengikuti Tuhan, mendengarkan kata-kata-Nya, dan menyaksikan perbuatan-Nya. Karena itu, dia lebih besar daripada Yohanes.

 

11.  Sharing Pengalaman Iman

(Pemandu/fasilitator mengajak para peserta untuk berbagi pengalaman iman melalui pertanyaan-pertanyaan berikut. Peserta menjawab dengan menggunakan kata “saya” sebagai subjek/pelaku).

 

1.     Apa yang bisa saya teladani dari Yohanes Pembaptis?

2.     Apa pesan perikop ini untuk saya zaman sekarang yang tinggal di Kota Wisata Batu?

 

12.  Pesan dan Penerapan

(Fasilitator menyampaikan pesan yang diambil dari bacaan yang telah direnungkan berikut ini)

 

1)    Kita tidak perlu mengirim utusan kepada Yesus dan menanyakan apakah Dia yang kita nanti-nantikan itu atau orang lain. Sebab bagi kita Yesus adalah Mesias kita. Dialah Juruselamat kita.

2)    Bagi kita, Kristus adalah kepenuhan harapan kita. Segala harapan kita terpenuhi dalam Kristus. Dialah yang meringankan penderitaan kita. Dialah yang mengubah hidup kita. Dia menjadikan kita manusia baru.

 

13.  Doa Umat

(Setelah mendengarkan pesan dari Allah melalui Sabda yang tertulis dalam Alkitab , seluruh peserta akan menanggapi Sabda itu dengan doa. Doa itu bisa berupa pujian, syukur, permohonan, niat, dsb. Setelah semua peserta menyampaikan doa, fasilitator mengajak para peserta untuk mengucapkan doa “Bapa Kami”).

 

 

 

14.  Doa Penutup

P. Marilah berdoa. Tuhan, Matahari sejati, sadarkanlah kami bahwa untuk menjadi besar bukan dengan menjadi seorang pembicara ulung, melainkan seorang pendengar yang baik, yang suka dan rela mendengarkan orang lain.  Engkaulah Tuhan dan pengantara kami, kini dan sepanjang segala masa..

U: Amin.

 

15.  Berkat

P: Tuhan sertamu.

U: Dan sertamu juga.

P: Semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: + Dalam Nama Bapa dan

    Putra dan Roh Kudus.

U: Amin.

 

16.  Lagu Penutup: PS no. 445.

 

 

 

“Datanglah ya Tuhan dan selamatkanlah kami” (Yes 35:4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar