![]() |
| Pertemuan Adven III di Lingkungan Pesangrahan (Dok. Lingkungan) |
Penyusun: Seksi Pewartaan Paroki Gembala Baik Batu
1. Tujuan
- a. Peserta memahami kedudukan Yohanes Pembaptis dan
hubungannya dengan Yesus.
- b. Peserta memahami identitas/jatidiri Yesus.
- c. Peserta menyadari bahwa Yesus adalah pemenuhan harapan
kita akan dunia yang lebih baik.
2. Waktu: 90 menit
3. Gagasan Pendukung
Perikop Injil
Matius ini (Mat 11:2-11) mempersoalkan apakah Yesus merupakan pemenuhan harapan dunia kita atau tidak?
Apakah Yesus adalah harapan kita?
Pada hakikatnya, manusia itu dilahirkan dengan harapan. Biasanya harapan itu
bersifat duniawi. Harapan itu akan makin kuat terungkap khususnya kalau ada
situasi krisis atau situasi di mana manusia itu kehilangan atau kekurangan
segala yang pokok dari hidupnya. Dia mengharapkan suatu dunia atau masa depan
yang lebih baik. Akan tetapi, dia juga bisa frustrasi dan menyerah pada keadaan
tanpa suatu usaha sedikit pun. Ada yang kehilangan harapan. Apakah masyarakat Indonesia
sekarang ini sedang mengharapkan suatu masa depan yang lebih baik?
Kita mengakui
bahwa segala harapan kita terpenuhi dalam Kristus. Dialah yang meringankan
penderitaan kita. Dialah yang mengubah hidup kita. Dia menjadikan kita manusia
baru. Kita tidak perlu mengirim utusan kepada Yesus dan menanyakan apakah Dia
yang kita nanti-nantikan itu atau orang lain. Kita tidak menantikan lagi orang
lain. Yesus adalah Mesias kita. Dia adalah Juruselamat kita.
Persoalannya
sekarang adalah apakah kita menjadi harapan dunia sekitar kita akan suatu masa
depan yang lebih baik? Apakah kita menjadi dorongan bagi orang lain untuk lebih
teguh percaya kepada Allah? Bukankah kita telah mendapatkan kepenuhan harapan
kita dalam Kristus? Apakah kita, orang-orang Katolik memenuhi harapan
orang-orang di sekitar kita akan keadilan dan perdamaian? Apakah kita memberi
harapan kepada orang sakit, putus asa, orang-orang yang kurang diperhatikan dan
disisihkan dengan perbuatan dan kata-kata kita? Apakah kita menjadi pembawa damai?
Kita harus menjadi saksi bahwa Yesus adalah kepenuhan harapan kita.
Jika kita belum melihat panggilan kita untuk membawa terang dalam dunia
yang gelap ini, mungkin hal ini disebabkan karena Yesus belum memenuhi hati
kita. Dia belum menjadi pengharapan kita. Dia belum menjadi kepercayaan kita.
Oleh karena itu, kita harus dengan penuh kerendah-hatian memohon ampun kepada
Tuhan Yesus dan berkata, “Yesus, harapan dan kepercayaan kami, kasihanilah aku
orang yang berdosa ini. Datanglah, ya Tuhan Yesus.”
4. Lagu Pembuka: PS no. 442 (ay.1 dan 2)
5. Tanda Salib dan Salam
P :
Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U :
Amin.
P :
Tuhan sertamu
U :
Dan sertamu juga.
6. Pengantar
(Fasilitator menyampaikan/membacakan Gagasan Dasar dari
Pertemuan III. Sesudah itu, Fasilitator menyampaikan Kata Pengantar berikut ini
untuk memberikan penjelasan tentang apa yang hendak dicapai dalam pertemuan ini).
Selamat sore/malam, Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang
terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita memasuki Minggu Adven III. Minggu
Gaudete. Ada kegembiraan karena Hari Raya Natal semakin dekat. Pada
Pertemuan Ketiga ini, kita akan mendalami subtema “Yesus, Pemenuhan Harapan Kita”. Kita akan merenungkan
Siapakah Yesus itu bagi kita yang hidup dalam zaman digital ini. dialah
Pemenuhan Harapan Kita.
7. Doa Pembuka
P: Marilah berdoa. Allah Yang Mahabaik, ajarilah kami
menata hidup dengan payung kerendahan hati dan semangat pelayanan, seperti yang
telah ditunjukkan oleh Yohanes Pembaptis dalam seluruh aspek hidupnya. Ia tidak
menonjolkan diri. Ia tidak membanggakan karyanya di depan publik, malahan
setelah sekian lama menyiapkan jalan bagi Tuhan, ia berujar: Aku bukan terang
itu, tetapi aku harus memberi kesaksian tentang terang itu. Tuhan, Surya
Keadilan, sadarkanlah kami bahwa keunggulan suatu karya dan mutu suatu usaha
bukan ditemukan dalam imbalan materi, melainkan dalam kepuasan batin, karena
tugas tersebut telah dilaksanakan dengan baik dan ikhlas. Maka, yang
membahagiakan manusia dan yang menjadikan manusia itu besar bukan kehebatan
suatu pekerjaan dengan imbalan upah materi yang tinggi, melainkan pelaksanaan
suatu pekerjaan dengan baik, ikhlas, dan berhasil. Semoga kami dapat meneladani
semangat Yohanes Pembaptis. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
U:
Amin.
8. Bacaan Kitab Suci (Mat 11: 2 – 11)
(Fasilitator
meminta beberapa peserta membaca teks per alinea, satu orang satu alinea,
dengan suara lantang dan tidak tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan
dengan penuh perhatian sambil mengikutinya dalam Alkitab masing-masing).
Yesus dan Yohanes Pembaptis (Mat 11:2-11)
11:2 Di
dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,
11:3
lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya:
"Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang
lain?"
11:4
Yesus menjawab mereka: "Pergilah
dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat:
11:5
orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi
tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin
diberitakan kabar baik.
11:6
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak
Aku."
11:7
Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara
kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk
apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke
mari?
11:8
Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian
halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.
11:9
Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku
berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi.
11:10
Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh
utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang
dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari
pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar
dari padanya.
9. Pendalaman Teks KS
(Fasilitator
meminta peserta membaca kembali teks sambil memerhatikan pertanyaan-pertanyaan
di bawah ini. para peserta dapat dibagi dalam kelompok dan setiap kelompok
mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu di dalam teks Kitab Suci).
1)
Untuk apa Yohanes Pembaptis mengirim utusannya kepada
Yesus?
2)
Apa jawaban Yesus kepada utusan Yohanes Pembaptis?
Bagaimana kita harus mengerti jawaban itu?
3)
Siapakah Yohanes Pembaptis itu menurut Yesus?
10. Penjelasan Teks KS
1)
Teks ini (Mat 11:2-11) berbicara tentang Yohanes
Pembaptis yang mengirim utusan untuk menanyakan identitas Yesus (ay. 2-6).
Sebaliknya, Yesus memuji Yohanes Pembaptis (ay. 7-11).
2)
Teks ini cukup membingungkan. Bagaimana tidak? Yohanes
telah diperkenalkan sebagai seorang yang mempersiapkan jalan bagi Yesus. Dia
juga telah membaptis Yesus di sungai Yordan (Mat 3:13-17). Tetapi di sini,
Yohanes masih bertanya tentang identitas
Yesus, “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang
lain?” Latar belakang pertanyaan ini sendiri tidak dikatakan. Hanya dikatakan
bahwa Yohanes ada di dalam penjara dan dari situ dia mendengar tentang
“pekerjaan Kristus”. Yohanes tahu apa yang dilakukan Yesus. Lalu untuk apa dia
mengirim utusan kepada Yesus? Dia ingin tahu dari mulut Yesus sendiri apa yang
dikatakan tentang diri-Nya. Apakah Dia yang akan datang itu yakni yang akan mengadili umat (3:12) ataukah
mereka harus menantikan orang lain? Kelompok Yohanes rupanya mengharapkan
agar Yesus segera menyatakan diri-Nya agar Kerajaan Allah segera datang.
3)
Apa jawaban Yesus dan bagaimana kita harus mengerti
jawaban ini? Yesus tidak menjawab secara langsung. Dia mengundang Yohanes untuk
menarik kesimpulan sendiri apakah jawaban-Nya ini sesuai dengan harapannya atau
tidak. Dia hanya menunjukkan apa yang Dia lakukan. Dari
perbuatan-perbuatan-Nya, orang mengenal Dia dan mengetahui apakah Yesus
menjawab harapannya. Yesus mengatakan bahwa Dialah orang yang meringankan
penderitaan orang lain. Dia bahkan membangkitkan orang mati. Bukan itu saja.
Dia juga mengabarkan kabar baik kepada orang miskin. Utusan-utusan Yohanes
diminta untuk mengabarkan kepada guru mereka apa yang mereka dengar dan lihat. Apakah Yohanes puas
dengan jawaban ini, kita tidak tahu. Tetapi jawaban Yesus ditutup dengan suatu
seruan bahagia. Berbahagialah orang yang tidak menolak Dia! Berbahagialah
Yohanes apabila dia mau menerima Yesus sebagai Mesias yang datang meringankan penderitaan orang lain dan membawa
pembebasan kepada manusia yang terbelenggu. Betapa bertentangan gambaran
Mesias yang diberikan di sini dengan harapan Yohanes!
4)
Setelah utusan-utusan Yohanes itu pulang, Yesus mulai
berkata sesuatu tentang Yohanes. Untuk apa? Bukankah semua orang telah mengenal
Yohanes? Bukankah Yohanes mempunyai daya tarik yang begitu besar sehingga semua
orang pergi mendengarkannya di padang gurun? Memang benar, tetapi perlu
diberitahukan siapakah Yohanes itu sebenarnya. Semua orang sudah tahu bahwa
Yohanes adalah seorang asket. Penampilannya sangat sederhana. Tetapi siapakah
dia sebenarnya? Dia adalah seorang nabi, bahkan lebih daripada nabi. Dia bahkan
orang yang paling besar yang pernah lahir. Mengapa? Karena, dia mempersiapkan
jalan bagi kedatangan Yesus. Itulah panggilan Yohanes dan di situ pulalah
terletak kebesaran-nya. Mengapa hal ini perlu diberitahukan? Agar orang tidak
ragu-ragu lagi tentang kedudukan Yohanes dan hubungannya dengan Yesus. Yesus
jauh lebih besar daripada Yohanes, karena bahkan “orang yang terkecil dalam
Kerajaan Surga lebih besar daripada dia” (ay.11). Yohanes mempersiapkan jalan
bagi Tuhan, tetapi seorang murid yang adalah orang kecil (10:42) berada bersama
Tuhan. Dia mengikuti Tuhan, mendengarkan kata-kata-Nya, dan menyaksikan
perbuatan-Nya. Karena itu, dia lebih besar daripada Yohanes.
11. Sharing Pengalaman Iman
(Pemandu/fasilitator mengajak para peserta untuk
berbagi pengalaman iman melalui pertanyaan-pertanyaan berikut. Peserta menjawab
dengan menggunakan kata “saya” sebagai subjek/pelaku).
1.
Apa yang bisa saya teladani dari Yohanes
Pembaptis?
2. Apa pesan
perikop ini untuk saya zaman sekarang yang tinggal di Kota Wisata Batu?
12. Pesan dan Penerapan
(Fasilitator menyampaikan pesan yang diambil dari
bacaan yang telah direnungkan berikut ini)
1) Kita tidak perlu
mengirim utusan kepada Yesus dan menanyakan apakah Dia yang kita nanti-nantikan
itu atau orang lain. Sebab bagi kita Yesus adalah Mesias kita. Dialah
Juruselamat kita.
2) Bagi kita,
Kristus adalah kepenuhan harapan kita. Segala harapan kita terpenuhi dalam
Kristus. Dialah yang meringankan penderitaan kita. Dialah yang mengubah hidup
kita. Dia menjadikan kita manusia baru.
13. Doa Umat
(Setelah
mendengarkan pesan dari Allah melalui Sabda yang tertulis dalam Alkitab ,
seluruh peserta akan menanggapi Sabda itu dengan doa. Doa itu bisa berupa pujian,
syukur, permohonan, niat, dsb. Setelah semua peserta menyampaikan doa,
fasilitator mengajak para peserta untuk mengucapkan doa “Bapa Kami”).
14. Doa Penutup
P. Marilah berdoa. Tuhan, Matahari sejati, sadarkanlah
kami bahwa untuk menjadi besar bukan dengan menjadi seorang pembicara ulung,
melainkan seorang pendengar yang baik, yang suka dan rela mendengarkan orang
lain. Engkaulah Tuhan dan pengantara
kami, kini dan sepanjang segala masa..
U:
Amin.
15. Berkat
P: Tuhan
sertamu.
U: Dan
sertamu juga.
P:
Semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: + Dalam Nama Bapa dan
Putra dan Roh Kudus.
U:
Amin.
16. Lagu Penutup: PS no. 445.
“Datanglah ya Tuhan dan selamatkanlah kami” (Yes 35:4)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar