Zakeus (Renungan Harian Katolik, 15 November 2022) - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Senin, 14 November 2022

Zakeus (Renungan Harian Katolik, 15 November 2022)

Ilustrasi kisah Zakheus dalam Injil (Foto: Kumparan.com)


Injil Lukas mengawali kisah ini dengan terlebih dahulu menjelaskan tentang profil singkat Zakeus. Dia adalah kepala pemungut cukai. Zakheus bukan hanya seorang pemungut cukai, ia kepala pemungut cukai. Logikanya, kalau pemungut cukai dianggap sebagai orang berdosa, dapat dikatakan bahwa Zakeus ini adalah kepala orang berdosa. Lukas juga menyebutnya sebagai orang kaya. Disebutkan juga ciri fisiknya, yakni ia berbadan pendek. Pembaca Injil ini dapat membayangkan bagaimana anggapan orang banyak mengenai si Zakheus ini. Ia pendosa besar. Ia sudah terhukum di mata banyak orang.

Namun demikian, sebetulnya masih ada sisi positif dalam diri Zakeus dan justru inilah yang menjadi sorotan utama cerita ini. Yang positif pada Zakeus adalah kemauannya yang sangat kuat dan perjuangannya yang gigih untuk bisa berjumpa dan bertemu dengan Yesus. Hatinya selalu tergugah untuk segera melihat: "Orang seperti apakah Yesus itu?" Itulah motivasi awalnya.

Badannya pendek tetapi ia tidak menyerah, ia berlari secepat mungkin, untuk mendahului orang banyak. Bayangkan, seorang kaya, seperti anak kecil berlari-lari di tengah banyak orang, dan panjat pohon. Ia tetap berusaha mengatasi kekurangannya itu dengan memanjat pohon ara. Ia tidak peduli lagi dengan semuanya itu. Yang penting baginya ia bisa melihat Yesus. Perbuatan memanjat pohon merupakan upaya untuk bergerak naik ke tempat yang lebih tinggi. Ini berarti pula, kalau kita ingin melihat Tuhan, kita harus mengangkat hati dan mengarahkan hati kita kepada Tuhan sendiri.

Sebenarnya bukan cuma Zakeus yang berusaha melihat Yesus, tetapi juga sebaliknya, Yesus, yang sedang dikerumuni orang banyak, melihat Zakeus. Yesus tahu apa yang dilakukan dan diperjuangkan Zakeus. Lalu Yesus melakukan apa yang mungkin dianggap "kurang sopan" dalam masyarakat karena Ia mengajak Zakeus turun, dan Ia mau menumpang di rumahnya. Bukan Zakeus yang mengundang-Nya, tetapi justru Yesus yang mengundang datang ke pemilik rumah orang yang diundang. Itulah Gembala pencari domba. Anak manusia datang memang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Zakeus menyambut tawaran Yesus dengan sukacita dan terjadilah pertobatan. Zakheus kini berani “putar haluan”. Ia mau berbagi milik dengan orang miskin dan siap mengembalikan hasil pungutan liar 4 kali lipat. Kesediaannya berbagi harta dan mengembalikan pungutan tak sah itu menjadi usahanya yang nyata untuk kembali ke jalan yang benar.

Cerita singkat Injil ini, mengungkapkan bahwa Tuhan mau menyelamatkan manusia yang berdosa. Tuhan memang datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang berdosa. Namun yang perlu dari pihak kita adalah perjuangan dan upaya untuk mengangkat hati kepada Tuhan. Tuhan akan datang pada manusia yang hatinya terbuka. Ia takkan pernah datang kepada manusia yang hatinya tertutup.

Kiranya kisah pertobatan Zakeus menjadi inspirasi bagi kita dalam meniti jalan hidup kita. Kita berharap agar Tuhan Yesus datang dan makan bersama di rumah hati kita masing-masing dan membawa kita pada pertobatan sejati. Semoga dengan pertobatan kita “Hari ini terjadi keselamatan atas kita semua yang ada di rumah Tuhan ini!” [Dasriminocarm)

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar