![]() |
| Ilustrasi kisah Zakheus dalam Injil (Foto: Kumparan.com) |
Injil Lukas mengawali
kisah ini dengan terlebih dahulu menjelaskan tentang profil singkat Zakeus. Dia
adalah kepala pemungut cukai. Zakheus bukan hanya seorang pemungut cukai, ia
kepala pemungut cukai. Logikanya, kalau pemungut cukai dianggap sebagai orang
berdosa, dapat dikatakan bahwa Zakeus ini adalah kepala orang berdosa. Lukas
juga menyebutnya sebagai orang kaya. Disebutkan juga ciri fisiknya, yakni ia berbadan
pendek. Pembaca Injil ini dapat membayangkan bagaimana anggapan orang banyak
mengenai si Zakheus ini. Ia pendosa besar. Ia sudah terhukum di mata
banyak orang.
Namun demikian,
sebetulnya masih ada sisi positif dalam diri Zakeus dan justru inilah yang
menjadi sorotan utama cerita ini. Yang positif pada Zakeus adalah kemauannya
yang sangat kuat dan perjuangannya yang gigih untuk bisa berjumpa dan bertemu
dengan Yesus. Hatinya selalu tergugah untuk segera melihat: "Orang seperti
apakah Yesus itu?" Itulah motivasi awalnya.
Badannya
pendek tetapi ia tidak menyerah, ia berlari secepat mungkin, untuk mendahului
orang banyak. Bayangkan, seorang kaya, seperti anak kecil berlari-lari di
tengah banyak orang, dan panjat pohon. Ia tetap berusaha mengatasi
kekurangannya itu dengan memanjat pohon ara. Ia tidak peduli lagi dengan
semuanya itu. Yang penting baginya ia bisa melihat Yesus. Perbuatan
memanjat pohon merupakan upaya untuk bergerak naik ke tempat yang lebih tinggi.
Ini berarti pula, kalau kita ingin melihat Tuhan, kita harus mengangkat hati
dan mengarahkan hati kita kepada Tuhan sendiri.
Sebenarnya
bukan cuma Zakeus yang berusaha melihat Yesus, tetapi juga sebaliknya, Yesus,
yang sedang dikerumuni orang banyak, melihat Zakeus. Yesus tahu apa yang
dilakukan dan diperjuangkan Zakeus. Lalu Yesus melakukan apa yang mungkin
dianggap "kurang sopan" dalam masyarakat karena Ia mengajak Zakeus
turun, dan Ia mau menumpang di rumahnya. Bukan Zakeus yang mengundang-Nya,
tetapi justru Yesus yang mengundang datang ke pemilik rumah orang yang
diundang. Itulah Gembala pencari domba. Anak manusia datang memang untuk
mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Zakeus
menyambut tawaran Yesus dengan sukacita dan terjadilah pertobatan. Zakheus kini
berani “putar haluan”. Ia mau berbagi milik dengan orang miskin dan siap
mengembalikan hasil pungutan liar 4 kali lipat. Kesediaannya berbagi harta dan
mengembalikan pungutan tak sah itu menjadi usahanya yang nyata untuk kembali ke
jalan yang benar.
Cerita singkat
Injil ini, mengungkapkan bahwa Tuhan mau menyelamatkan manusia yang berdosa. Tuhan
memang datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang berdosa. Namun yang perlu
dari pihak kita adalah perjuangan dan upaya untuk mengangkat hati kepada Tuhan.
Tuhan akan datang pada manusia yang hatinya terbuka. Ia takkan pernah datang
kepada manusia yang hatinya tertutup.
Kiranya kisah
pertobatan Zakeus menjadi inspirasi bagi kita dalam meniti jalan hidup kita.
Kita berharap agar Tuhan Yesus datang dan makan bersama di rumah hati kita
masing-masing dan membawa kita pada pertobatan sejati. Semoga dengan pertobatan
kita “Hari ini terjadi keselamatan atas kita semua yang ada di rumah Tuhan ini!” [Dasriminocarm)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar