Oleh: H. Dasrimin
“Hanya pohon buah yang sering dilempari batu. Semakin lebat dan ranum buahnya, maka semakin banyak yang melemparinya”, demikian kata pepatah. Kadang kita dibenci, dimusuhi oleh orang lain bukan karena kita jahat tetapi karena kita baik.
Orang jahat kadang merencanakan dan melakukan sesuatu yang dapat menggagalkan perbuatan orang baik. Dalam Kitab Kebijaksanaan Salomo ditulis, “Orang-orang fasik berkata satu sama lain “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan, serta menentang pekerjaan kita” (Keb 2: 12).
Kok bisa ya, orang baik malah dibenci? Coba lihat situasi politik di negaramu, bukankah hal itu fakta? Coba pandang sekitarmu, apakah hal itu tidak nyata? Coba ingat nasib Tuhanmu, “Anak manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia” (Mrk 9: 31). Ia disalibkan. Apakah Ia jahat? Mungkin saja Anda sendiri merasakan bahwa Anda selalu berusaha untuk berbuat baik, tapi kadang dibalas dengan kejahatan. Kadang Anda ingin melakukan suatu yang bisa membangun kebahagiaan bersama, ingin menegakan kebenaran dan keadilan, tapi selalu mendapat perlawanan dari orang yang merasa dirugikan.
Kok bisa ya, ada orang yang seperti itu? Sebenarnya apa yang merasuki mereka? Rasul Yakobus memberikan beberapa jawaban, “Di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (Yak 3: 16). Ia melanjutkan, “Dari mana datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah dari hawa nafsumu yang saling bergulat dalam dirimu?”
Ow…. Ternyata iri hati, egois dan hawa nafsu (ambisi) untuk berkuasa bisa menjadi penyebab kita saling membenci dan bermusuhan satu sama lain, bahkan membenci yang baik dan benar.
Lantas, jika kita dibenci karena perbuatan baik dan benar yang telah kita lakukan, apakah kita harus berhenti berbuat baik? Apakah pohon yang buahnya sering dilempari karena rasanya manis itu, dia akan berhenti berbuah? Ia akan tetap berbuah walau sering dilempari atau disakiti.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar