SI BUTA YANG TULI (Lukas 18:35-43) - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Selasa, 16 November 2021

SI BUTA YANG TULI (Lukas 18:35-43)

 

Oleh: H. Dasrimin


Injil mengisahkan seorang buta berteriak memanggil Yesus. Orang buta itu tahu bahwa Yesus adalah seorang penolong, sehingga ia memohon belas kasihan-Nya. Namun ternyata orang banyak, termasuk para murid menegur atau melarang dia berteriak dan menyuruhnya untuk diam. Ada beberapa penafsiran mengapa mereka menegor dia agar ia diam: pertama, Yesus dan para murid-Nya akan pergi ke Yerusalem, dimana jam kebaktian di Bait Allah akan segera dimulai sehingga tidak boleh ada yang menghambat perjalanan mereka. Kedua, kemungkinan Yesus sedang mengajarkan hal yang begitu indah dan ada banyak orang yang mau mendengarkan ajaran-Nya, sehingga tidak boleh ada orang yang mengganggu. Ketiga, perbedaan status sosial; orang yang berteriak itu adalah seorang miskin yang buta. Orang buta bisa juga disamakan dengan orang berdosa. Maka bagi mereka, ia tidak layak bertemu dengan Yesus yang adalah Tuhan.

Walaupun ia ditegor, si buta itu seakan tuli atau tidak mau mendengarkan larangan mereka. Karena imannya yang teguh dan keinginannya untuk sembuh, ia terus berteriak. Akhirnya Yesus mendengar suaranya. Ia bersedia berhenti bagi setiap orang yang memiliki iman. Si buta itu lalu menyampaikan apa yang dikehendakinya dan kuasa Allah pun terjadi. Orang buta itu dapat melihat.

Kisah ini memberi beberapa pesan bagi kita: pertama, pengemis buta itu telah memberi inspirasi dalam hidup beriman. Walaupun ia buta, tetapi ia masih memiliki harapan bahwa Yesus akan membuka hati-Nya bagi setiap orang beriman yang memohon pertolongan-Nya. Kedua, dalam hidup kita, ada begitu banyak orang yang mengalami keburaman iman, kekaburan orientasi hidup, menderita, memiliki banyak masalah atau berada dalam situasi khaos. Terhadap mereka ini, apakah kita hanya bisa menegur, membentak, menyuruh untuk diam, dan membiarkan mereka tetap berada pada posisi yang demikian? Sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk menghantar sesama kita kepada jalan keselamatan dan pembebasan (Diterbitkan di Buku Cafe Rohani, 15 November 2021)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar