Wikipedia mencatat paradoks merupakan suatu situasi yang timbul dari sejumlah premis, yang diakui kebenarannya yang bertolak dari suatu pernyataan dan akan tiba pada sekelompok pernyataan yang menuju ke sebuah kontradiksi atau ke sebuah situasi yang berlawanan dengan intuisi. Kisah injil hari ini (Mat 28:8-15), setidaknya menampilkan dua "pertentangan" yang dapat dikatakan sebagai "Paradoks & Kontradiksi Paskah".
PARADOKS
"Dengan takut dan dengan sukacita yang besar, perempuan-perempuan itu berlari dengan cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada para murid-murid Yesus" (bdk. Mat 28, 8). Kata-kata 'TAKUT dan PENUH SUKACITA' adalah dua kata yang sangat paradoks dan tidak hanya kontradiksi. Orang yang diliputi ketakutan akan merasa tertekan dan pastilah dia tidak akan bersukacita. Sulit dipahami jika orang yang memiliki rasa takut, serentak di dalam dirinya mengalami sukacita.
Peristiwa ini oleh Rudolf Otto, dinamakan sebagai "MysteriumTremendum et Fascinans" (fearful and fascinating mystery). Menurut Otto, ketika manusia berhadapan dengan yang Ilahi, yang Mahakuasa, Mahaagung, Mahaluhur, kita merasa tak berdaya, merasa kerdil, merasa takut tetapi sekaligus dipenuhi sukacita. Itulah yang mungkin juga dialami oleh perempuan-perempuan yang pulang dari kubur dengan rasa takut dan penuh sukacita untuk mewartakan kebangkitan Tuhan kepada para murid.
KONTRADIKSI
Di awal kisah, ada cerita tentang beberapa perempuan yang berlari cepat-cepat untuk memberitahu pada para murid bahwa Yesus sudah bangkit. Yesus pun menyuruh mereka untuk memberitahukannya juga kepada para murid bahwa mereka akan bertemu di Galilea. Namun pada akhir cerita, ada upaya untuk menyebarkan berita bohong (hoax) dari imam-imam kepala dengan menyogok sejumlah uang kepada para serdadu. Di satu pihak ada perintah untuk mewartakan bahwa Kristus sungguh bangkit, namun di pihak lain ada upaya untuk menyebarkan berita bohong bahwa Kristus tidak bangkit.
Paskah kita akan menjadi perayaan yang kotradiksi, jika kita mengimani kebangkitan tetapi kita sendiri tidak hidup dalam terang kebangkitan itu sendiri. Janganlah kita hanya disogok oleh perayaan ritual.
"KRISTUS BEKOR DEMEN, ALLELUYA"
Selamat Hari Raya Paskah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar