Oleh: H. Dasrimin
Manusia
adalah makhluk yang berada di dunia ini dan sadar akan adanya. Filsuf
Marx memberi penekanan bahwa tidak ada seorangpun yang benar-benar
sendiri pada waktu ia berbuat atau melakukan sesuatu, ia selalu terikat
oleh sarana-sarana dan nilai-nilai yang telah dibangun oleh orang lain.
Martin
Heidegger menggarisbawahi aspek sosialitas manusia bahwa kebersamaan
itu dilihat sebagai hakikat manusia. Setiap pribadi dipanggil untuk
menjadi orang yang autentik. Pribadi autentik itu terealisir dalam hidup
bersama orang lain. Dengan kata lain ada bersama pribadi-pribadi lain
membantu setiap manusia untuk mencapai kepenuhan eksistensi dirinya.
Karena pada dasarnya dengan ada bersama atau hidup bersama orang lain
manusia bisa saling bekerja sama saling membantu, saling memberi arti
dan saling menyempurnakan satu sama lain.
Ada
bersama menunjukkan bahwa eksistensi manusia tidak dimungkinkan kalau
manusia secara mutlak berada sendirian. Adaku adalah ada melalui yang
lain. Ada melalui yang lain merupakan karakter pribadi setiap manusia.
Oleh karena itu aku dan yang lain berhubungan secara dialektik atau
timbal balik. Aku dan yang lain saling mengartikan. Hal inilah yang
mendasari hidup bersama. Gabriel Marcel menegaskan bahwa ada selalu
berarti ada bersama (esse est co-esse).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar