"Kasihilah seorang akan yang lain”. Inilah perintah Yesus yang kita dengar dari Injil hari ini. Mengapa kita harus saling mengasihi? Karena Yesus telah lebih dahulu mengasihi kita (Yoh 15:12). Kekuatan kasih yang kita peroleh dari Yesus, bersumber dari Bapa (ay 9). Karena itu sangatlah tepat jika Paus Fransiskus mengajak kita merayakan Tahun Kerahiman ini, dengan motto: “Maharahim Seperti Bapa” atau “Berbelaskasih Seperti Bapa”.
Kasih dan kerahiman mempunyai hubungan yang sangat erat. Untuk menjelaskan hal ini, St. Faustina mengumpamakannya dengan hubungan antara bunga dan buahnya. Kasih Allah adalah bunganya, sedangkan kerahiman Ilahi adalah buahnya. Kerahiman ilahi adalah tindakan-tindakan kasih Allah terhadap manusia sebagai karya kasih nyata-Nya di dunia.
Allah tidak membatasi diri-Nya hanya untuk menegaskan kasih-Nya, namun membuatnya terlihat dan nyata. Kasih harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam merayakan Tahun Kerahiman ini, kita pun diajak untuk mengasihi sesama. Pertama, saling mengampuni. “Mengampuni pelanggaran-pelanggaran menjadi ungkapan yang paling jelas dari kasih yang penuh kerahiman, dan bagi kita orang-orang Kristiani ia sangat penting...walaupun kadang-kadang betapa sulit untuk mengampuni” (MV 9). Paus mengajak kita untuk mengikuti contoh kerahiman Allah yang tidak menghakimi atau menyalahkan, tetapi sebaliknya memberikan kasih dan pengampunan.
Kedua, memperhatikan mereka yang miskin, lapar, haus, sakit, dan terluka, baik secara jasmani maupun secara rohani (bdk. MV 15). St. Katarina dari Siena yang kita rayakan peringatannya hari ini, telah berjuang untuk menghayati hal ini dalam hidupnya. Setelah mengurung diri selama tiga tahun untuk mempersiapkan dirinya menjadi anggota Ordo III Dominikan, dia keluar dari isolasinya pada tahun 1366, guna menanggapi dorongan untuk melayani orang-orang yang sakit dan dipenjara. Melalui dia, Yesus memelihara orang-orang sakit yang dirawatnya dan menghibur para tahanan yang dikunjunginya di penjara.
Mari kita merayakan Tahun Yubileum Kerahiman ini dengan saling mengasihi. Dan berbelaskasilah seperti bapa”. [Dasrimino_Cafe Rohani Edisi 29 April 2016].


Tidak ada komentar:
Posting Komentar