April Mop (Fools' Day) vs Hoax Every Day di Era Post Truth - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Rabu, 17 November 2021

April Mop (Fools' Day) vs Hoax Every Day di Era Post Truth

 

H. Dasriminocarm

 

Setiap tangal 1 April, sebagian orang menyebut hari itu dengan perayaan April Mop. April Mop sendiri adalah suatu hari yang diperbolehkan melakukan kebohongan, kesaksian palsu atau lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Setiap tahun ada satu hari yang dikhususkan sebagai hari tipu, tetapi dalam kenyataan saat ini setiap hari orang semakin gencar merayakan penipuan. Apa yang kita kenal dengan hoax, semakin hari semakin berkembang.

Pada hakikatnya hoax bukan hanya sekedar berarti berita bohong, tetapi kebohongan yang dibuat (mengelabui sesuatu yang benar) dengan tujuan jahat. Hoax saat ini bukan lagi kebohongan biasa, tetapi sudah didesain dengan teknologi.

Berbarengan dengan era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat, kita pun terseret pada sebuah era baru, yakni post truth atau era pasca kebenaran, dimana kebenaran objektif dianggap tidak terlalu penting, sebaliknya yang paling penting adalah kebenaran emosional. Kebenaran emosional dapat diciptakan dengan kebohongan yang diulang-ulang dan disebarkan berkali-kali.

Strategi ini yang sekarang dijadikan oleh para politisi kita (nasional, maupun internasional) untuk meracuni atau mengeruhkan lingkungan dengan cara menyebarkan ancaman-ancaman yang menakutkan. Fenomena ini menjadi senjata paling ampuh karena otak manusia (reptilia) paling sensitif kalau diancam. Hoax yang menjadi ciri dari post truth, hidup dalam suasana ketakutan. Maka kalau dulu, para politisi menjual harapan, pada era sekarang, politisi jualan ketakutan.

Kebenaran emosional akan cepat merasuki rakyat, maka emosi itu yang saat ini dikelola dan ditingkatkan. Orang tidak lagi melihat faktanya apakah benar atau salah, tetapi yang penting orang percaya. Korban hoax bukan disebabkan oleh kebodohan, karena hoax tidak ada kaitannya dengan IQ manusia, melainkan EQ. Orang kalau sudah merasa benci dan merasa terancam (emosional), maka ia kehilangan rasionya.

Media sosial mepunyai peranan yang membuat post truth dan hoax menyebar luas, karena dalam media sosial orang tidak hanya berbagi informasi tetapi berbagi emosi. Maka hati-hatilah, jangan sampai anda menjadi korban hoax. Anda diracuni oleh kebenaran emosional yang berpikir seolah-olah benar, padahal jauh dari kebenaran objektif.

April Mop atau April Fools’ Day ditandai dengan aksi tipu-menipu dan candaan terhadap orang lain dengan tujuan mempermalukan mereka yang mudah ditipu. Apakah hoax yang disebarkan setiap hari merupakan bentuk candaan dari para elit politik pada rakyat, yang pada akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak di balik layar karena merasa lucu telah berhasil "mengibuli" rakyat?

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar