PERTEMUAN ADVEN II-Tahun A (Hidup dalam Semangat Pertobatan: Mat 3: 1 – 12) - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Jumat, 02 Desember 2022

PERTEMUAN ADVEN II-Tahun A (Hidup dalam Semangat Pertobatan: Mat 3: 1 – 12)

Pendalaman Iman Umat Stasi Ngijo (Dok. Stasi)

 

1.     Tujuan

a.     Peserta memahami peran Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan.

b.     Peserta memahami tugas perutusan Yesus.

c.     Peserta memahami arti dan makna pertobatan dalam kehidupan sehari-hari,

2.     Waktu: 90 menit 

3.     Gagasan Pendukung

Apa artinya teks ini (Mat 3:1-12) bagi kita yang sedang mempersiapkan Natal? Apa artinya menghayati kedatangan Tuhan pada zaman kita? Kerajaan Allah sudah dekat? Tidak! Kerajaan Allah sudah dekat dengan kedatangan Yesus, tetapi Kerajaan ini makin jauh, karena kita tidak hidup cukup dekat dengan Yesus. Kita tidak merindukan Dia yang 2000 tahun yang lampau sudah mendekatkan Kerajaan Allah. Dari sebab itu, dalam masa Adven ini kita perlu merindukan kembali kedatangan-Nya dan berbalik kembali kepada-Nya. Inilah pesan Adven hari ini. Keselamatan kita tidak tergantung pada keanggotaan kita dalam Gereja, tetapi pada pertobatan (metanoia), yakni pada kerinduan supaya Kerajaan Allah datang!


 

Pertobatan itu mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilaksanakan. Alasannya bisa bermacam-macam. Tetapi mungkin alasan yang terdalam adalah karena kita tidak mengharapkan kedatangan Kerajaan Allah. Kita tidak berdoa sungguh-sungguh supaya Kerajaan Allah datang. Hidup kita tidak terarah kepada Allah. Itulah sebabnya orang tidak tergerak untuk bertobat dan mengharapkan sesuatu yang berasal dari Allah. Dia hanya memikirkan hal-hal yang bukan Allah. Masa Adven adalah masa yang mengingatkan kita kembali bahwa hidup kita ialah untuk menyongsong Tuhan yang datang. Hidup kita ialah untuk bertobat dan berbalik kepada Dia. Pada-Nya terletak segala harapan kita. Dialah keselamatan kita. Orang yang hidup dalam semangat ini akan mendengarkan Tuhan dan mengikuti bimbingan-Nya dalam segala peristiwa hidupnya. Orang itu hidup dalam semangat pertobatan.


Bertobat itu sulit, tetapi Dia datang untuk membuat kita mampu bertobat. Dia datang untuk menganugerahkan kita Roh-Nya sendiri. Roh itulah yang akan membuat kita mampu hidup dengan hati terarah kepada Allah dan bagi Allah. Yesus datang untuk menjadikan kita manusia baru.

 

4.     Lagu Pembuka: PS no. 441 (ay.1 dan 2)

 

5.     Tanda Salib dan Salam

P : Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U : Amin.

P : Tuhan sertamu

U : Dan sertamu juga

6.     Pengantar

(Fasilitator menyampaikan/membacakan Gagasan Pendukung dari Pertemuan II. Sesudah itu, Fasilitator menyampaikan Kata Pengantar berikut ini untuk memberikan penjelasan tentang apa yang hendak dicapai dalam pertemuan ini).

 

Selamat sore/malam, Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita memasuki Minggu Adven II. Kita diminta untuk bertobat, banting stir, meninggalkan gaya hidup lama, gaya hidup dalam dosa, dan menempuh gaya hidup baru, gaya hidup dalam rahmat Tuhan. Pada Pertemuan Kedua ini, kita akan mendalami subtema “Hidup dalam Semangat Pertobatan”. Kita akan merenungkan arti dan makna pertobatan dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

7.     Doa Pembuka

P: Marilah berdoa. Allah Pengasih dan Penyayang. Setiap tahun, Engkau memberi kami suatu masa penuh rahmat, yakni masa penantian, masa adven. Pada masa penuh rahmat ini, Engkau memberi kami kesempatan untuk menyiapkan diri secara lebih baik menyongsong kedatangan Penyelamat kami Yesus Kristus. Melalui para utusan-Mu, kami disadarkan untuk membina sikap tobat yang benar dengan meratakan bukit-bukit kesombongan hati kami dan meluruskan jalan-jalan kehidupan kami menyongsong datangnya hari Tuhan. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin.

 

8.     Bacaan Kitab Suci (Mat 3: 1 – 12)

(Fasilitator meminta para peserta membaca teks KS secara bergantian, Bapak-bapak ayat ganjil, Ibu-ibu ayat genap, dengan suara lantang dan tidak tergesa-gesa. Lalu, salah satu Peserta membaca kembali teks tsb secara lantang sementara para Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian sambil mengikutinya dalam Alkitab masing-masing).

Yohanes Pembaptis (Mat 3:1-12)

 

3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:

3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!"

3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."

3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.

3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.

3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai              Yordan.

3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

 

9.     Pendalaman Teks KS

(Fasilitator meminta peserta membaca kembali teks sambil memerhatikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Para peserta mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu di dalam teks KS).

 

1. Siapakah Yohanes Pembaptis itu? Dan apa tugasnya? (ay. 3. 4. 6. 11)

2. Yohanes Pembaptis menyerukan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Apa arti “bertobat” bagi kita yang hidup di zaman modern ini?

3. Apa arti “Kerajaan Surga sudah dekat”?

 

10.  Penjelasan Teks KS

1) Teks ini (Mat 3:1-12) berbicara tentang Yohanes Pembaptis yang menyerukan pertobatan di padang gurun (ay.1-6) dan memberi peringatan secara khusus kepada orang Farisi dan Saduki (ay.7-12).


2)  Perutusan Tuhan Yesus dipersiapkan oleh Yohanes Pembaptis. Seluruh perutusan-Nya dapat dirangkum dalam satu kata ini, yaitu pertobatan. Umat harus “banting stir”, berbalik kepada Allah dengan segenap hati, karena “Kerajaan Surga sudah dekat”. Tuhan akan datang untuk menegakkan Kerajaan-Nya dan hal itu ‘sudah dekat’. Dari sebab itu, orang harus bertobat atau berbalik kepada  Allah. Konkretnya apa? Itu urusan masing-masing. Setiap orang dapat mengetahui apa yang harus diperbuatnya. Sebagai tanda pertobatan hendaknya setiap orang memberikan dirinya dibaptis di sungai Yordan “sambil mengaku dosanya”. Bagaimana hal itu dilakukan, tidak dikatakan. 


   Penampilan Yohanes ini ditafsirkan penginjil sebagai kegenapan nubuat Yesaya. Dalam diri Yohanes, perutusan nabi Deutero-Yesaya di zaman pembuangan ditampakkan secara lebih nyata. Dialah suara yang berseru-seru di padang gurun agar orang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Bagaimana orang bisa berseru di padang gurun? Untuk siapa? Keterangan yang terdapat pada ay.4 menggambarkan Yohanes sebagai seorang nabi (bdk. 2Raj 1:8 dan Za 13:4) dan seorang asket/pertapa yang tinggal di padang gurun.


3) Banyak pemimpin agama Yahudi, yakni orang Farisi dan Saduki, datang dan memberi diri dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Penginjil memberikan perhatian khusus kepada kedua kelompok ini. Mengapa? Karena, Yohanes Pembaptis memberikan peringatan keras kepada mereka. Para pemimpin agama ini disebut “keturunan ular berbisa” (Mat 12:34; 23:33) padahal mereka adalah keturunan Abraham. Mereka adalah bangsa pilihan Allah.


4 Lalu, bagaimana bisa dikatakan begitu? Bagi Yohanes Pembaptis, menjadi keturunan Abraham itu bukan soal kelahiran atau etnis, melainkan pertama-tama soal hati, soal pertobatan. Di sini, Yohanes Pembaptis menyerang teologi eksklusif orang Farisi yang mengecualikan orang lain dari keselamatan. Dari sebab itu, orang harus pertama-tama menghasilkan buah-buah pertobatan agar dia dapat diselamatkan “dari murka yang akan datang”. Hari pengadilan sudah dekat. Kerajaan Surga bagi Yohanes Pembaptis kiranya disamakan dengan  “hari pengadilan” atau “hari akhir”. Kapak sudah tersedia. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah akan ditebang. Kita tidak tahu persis latar belakang pandangan ini.


  Tugas Yohanes Pembaptis hanyalah untuk memanggil orang kepada pertobatan. Dia hanya membaptis dengan air. Akan tetapi akan datang seorang lain yang lebih berkuasa daripadanya. Dia sangat agung, sehingga hanya menjadi hamba-Nya saja Yohanes Pembaptis merasa tidak layak. Siapakah Dia itu? Yohanes Pembaptis tidak menyebut orang itu dengan nama-Nya, tetapi Dia akan “membaptis kamu dengan Roh Kudus dan api”. 


  Pembaptisan-Nya tidak lagi menjadi tanda pertobatan, tetapi tanda pemberian suatu anugerah yang luar biasa, yakni Roh Kudus sendiri. Akan tetapi Dia juga akan membaptis dengan api yang tidak terpadamkan. Orang-orang jahat akan dihukum-Nya (ay. 12) (bdk.Mal 3:2:”Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu”). Pandangan Yohanes Pembaptis ini sangat berbeda dengan apa yang kita dengar tentang Yesus dalam Injil.

 

11.  Sharing Pengalaman Iman

(Pemandu/fasilitator mengajak para peserta untuk berbagi pengalaman iman melalui pertanyaan-pertanyaan berikut. Peserta menjawab dengan menggunakan kata “saya” sebagai subjek/pelaku).

 

1)  Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan (ay.6). Dalam Gereja Katolik, ada Sakramen Tobat/Pengakuan Dosa/Rekonsiliasi. Bagaimana pengalaman saya dengan Sakramen Rekonsiliasi ini?

2) Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan (ay.8). Apa maksud ayat 8 ini? Ayat ini berbicara tentang makna pertobatan. Nah, apa makna Petobatan bagiku dalam kehidupanku sehari-hari?.

3)  Apa pesan perikop Matius 3: 1 – 12 untuk saya yang sedang berada dalam Masa Adven sekarang ini di Kota Wisata Batu?

 

12.   Pesan dan Penerapan

(Fasilitator menyampaikan pesan yang diambil dari bacaan yang telah direnungkan berikut ini).

1) Pertobatan tidak cukup hanya di dalam hati. Pertobatan harus tampak dalam perbuatan-perbuatan baik kita. Pertobatan harus menghasilkan buah-buah pertobatan melalui kata-kata yang menyejukkan hati dan perbuatan-perbuatan baik.


2) Masa Adven mengingatkan kita kembali bahwa hidup kita ialah untuk menyongsong Tuhan yang datang. Hidup kita ialah untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Orang yang hidup dalam semangat ini akan mendengarkan Tuhan dan mengikuti bimbingan-Nya dalam segala peristiwa hidupnya. Orang itu hidup dalam semangat pertobatan.

 

13.  Doa Umat

(Setelah mendengarkan pesan dari Allah melalui Sabda yang tertulis dalam Alkitab , seluruh peserta akan menanggapi Sabda itu dengan doa. Doa itu bisa berupa pujian, syukur, permohonan, niat, dsb. Setelah semua peserta menyampaikan doa, fasilitator mengajak para peserta untuk mengucapkan doa “Bapa Kami”).

 

14.  Doa Penutup

P. Marilah berdoa. Bapa Yang Maha bijaksana, janganlah kami Ku biarkan berjalan menurut kehendak kami sendiri, melainkan tuntunlah kami untuk berjalan dalam terang kasih-Mu menyongsong kemuliaan Putra-Mu, Yesus Kristus yang segera akan datang. Semoga Masa Adven ini menyadarkan kami akan kedatangan Putra-Mu kelak. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

U: Amin.

15.  Berkat

P: Tuhan sertamu.

U: Dan sertamu juga.

P: Semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: + Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U: Amin.

16.  Lagu Penutup: PS no. 443 (Ay. 1 dan 2).

 

“Keadilan akan berkembang pada zamannya, dan damai sejahtera akan berlimpah sampai slama-lamanya” (Mzm 72:7)


*)Oleh: Seksi Pewartaan Paroki Gembala Baik Batu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar