![]() |
| Pendalaman Iman Umat Stasi Ngijo (Dok. Stasi) |
1. Tujuan
a. Peserta memahami peran Yohanes Pembaptis dalam mempersiapkan kedatangan Tuhan.
b. Peserta memahami tugas perutusan Yesus.
c. Peserta memahami arti dan makna pertobatan dalam kehidupan sehari-hari,
2. Waktu: 90 menit
3. Gagasan Pendukung
Apa artinya teks
ini (Mat 3:1-12) bagi kita yang sedang mempersiapkan Natal? Apa artinya
menghayati kedatangan Tuhan pada zaman kita? Kerajaan Allah sudah dekat? Tidak!
Kerajaan Allah sudah dekat dengan kedatangan Yesus, tetapi Kerajaan ini makin
jauh, karena kita tidak hidup cukup dekat dengan Yesus. Kita tidak merindukan
Dia yang 2000 tahun yang lampau sudah mendekatkan Kerajaan Allah. Dari sebab
itu, dalam masa Adven ini kita perlu merindukan kembali kedatangan-Nya dan
berbalik kembali kepada-Nya. Inilah pesan Adven hari ini. Keselamatan kita
tidak tergantung pada keanggotaan kita dalam Gereja, tetapi pada pertobatan
(metanoia), yakni pada kerinduan
supaya Kerajaan Allah datang!
Pertobatan itu mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilaksanakan. Alasannya bisa bermacam-macam. Tetapi mungkin alasan yang terdalam adalah karena kita tidak mengharapkan kedatangan Kerajaan Allah. Kita tidak berdoa sungguh-sungguh supaya Kerajaan Allah datang. Hidup kita tidak terarah kepada Allah. Itulah sebabnya orang tidak tergerak untuk bertobat dan mengharapkan sesuatu yang berasal dari Allah. Dia hanya memikirkan hal-hal yang bukan Allah. Masa Adven adalah masa yang mengingatkan kita kembali bahwa hidup kita ialah untuk menyongsong Tuhan yang datang. Hidup kita ialah untuk bertobat dan berbalik kepada Dia. Pada-Nya terletak segala harapan kita. Dialah keselamatan kita. Orang yang hidup dalam semangat ini akan mendengarkan Tuhan dan mengikuti bimbingan-Nya dalam segala peristiwa hidupnya. Orang itu hidup dalam semangat pertobatan.
Bertobat itu sulit, tetapi Dia datang untuk membuat
kita mampu bertobat. Dia datang untuk menganugerahkan kita Roh-Nya sendiri. Roh
itulah yang akan membuat kita mampu hidup dengan hati terarah kepada Allah dan
bagi Allah. Yesus datang untuk menjadikan kita manusia baru.
4. Lagu Pembuka: PS no. 441 (ay.1 dan 2)
5. Tanda Salib dan Salam
P :
Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U :
Amin.
P :
Tuhan sertamu
U :
Dan sertamu juga
6. Pengantar
(Fasilitator menyampaikan/membacakan Gagasan Pendukung
dari Pertemuan II. Sesudah itu, Fasilitator menyampaikan Kata Pengantar berikut
ini untuk memberikan penjelasan tentang apa yang hendak dicapai dalam pertemuan
ini).
Selamat sore/malam, Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang
terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita memasuki Minggu Adven II. Kita diminta
untuk bertobat, banting stir, meninggalkan gaya hidup lama, gaya hidup dalam
dosa, dan menempuh gaya hidup baru, gaya hidup dalam rahmat Tuhan. Pada
Pertemuan Kedua ini, kita akan mendalami subtema “Hidup dalam Semangat Pertobatan”. Kita akan merenungkan arti
dan makna pertobatan dalam kehidupan kita sehari-hari.
7. Doa Pembuka
P: Marilah berdoa. Allah Pengasih dan Penyayang.
Setiap tahun, Engkau memberi kami suatu masa penuh rahmat, yakni masa
penantian, masa adven. Pada masa penuh rahmat ini, Engkau memberi kami
kesempatan untuk menyiapkan diri secara lebih baik menyongsong kedatangan
Penyelamat kami Yesus Kristus. Melalui para utusan-Mu, kami disadarkan untuk membina
sikap tobat yang benar dengan meratakan bukit-bukit kesombongan hati kami dan
meluruskan jalan-jalan kehidupan kami menyongsong datangnya hari Tuhan. Demi
Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
U:
Amin.
8. Bacaan Kitab Suci (Mat 3: 1 – 12)
(Fasilitator
meminta para peserta membaca teks KS secara bergantian, Bapak-bapak ayat
ganjil, Ibu-ibu ayat genap, dengan suara lantang dan tidak tergesa-gesa. Lalu,
salah satu Peserta membaca kembali teks tsb secara lantang sementara para
Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian sambil mengikutinya dalam
Alkitab masing-masing).
Yohanes Pembaptis (Mat 3:1-12)
3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di
padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah
dekat!"
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya
ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun:
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang
kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem,
dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh
Yohanes di sungai Yordan.
3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan
orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu
keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat
melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata
dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah
dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap
pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke
dalam api.
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda
pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari
padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu
dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan
membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam
lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak
terpadamkan."
9. Pendalaman Teks KS
(Fasilitator
meminta peserta membaca kembali teks sambil memerhatikan pertanyaan-pertanyaan
di bawah ini. Para peserta mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu di
dalam teks KS).
1. Siapakah Yohanes Pembaptis itu? Dan apa tugasnya? (ay. 3. 4. 6. 11)
2. Yohanes Pembaptis menyerukan, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat.” Apa arti “bertobat” bagi kita yang hidup di zaman modern ini?
3. Apa arti “Kerajaan Surga sudah dekat”?
10. Penjelasan Teks KS
1) Teks ini (Mat
3:1-12) berbicara tentang Yohanes Pembaptis yang menyerukan pertobatan di
padang gurun (ay.1-6) dan memberi peringatan secara khusus kepada orang Farisi
dan Saduki (ay.7-12).
2) Perutusan Tuhan Yesus dipersiapkan oleh Yohanes Pembaptis. Seluruh perutusan-Nya dapat dirangkum dalam satu kata ini, yaitu pertobatan. Umat harus “banting stir”, berbalik kepada Allah dengan segenap hati, karena “Kerajaan Surga sudah dekat”. Tuhan akan datang untuk menegakkan Kerajaan-Nya dan hal itu ‘sudah dekat’. Dari sebab itu, orang harus bertobat atau berbalik kepada Allah. Konkretnya apa? Itu urusan masing-masing. Setiap orang dapat mengetahui apa yang harus diperbuatnya. Sebagai tanda pertobatan hendaknya setiap orang memberikan dirinya dibaptis di sungai Yordan “sambil mengaku dosanya”. Bagaimana hal itu dilakukan, tidak dikatakan.
Penampilan
Yohanes ini ditafsirkan penginjil sebagai kegenapan
nubuat Yesaya. Dalam diri Yohanes, perutusan nabi Deutero-Yesaya di zaman
pembuangan ditampakkan secara lebih nyata. Dialah suara yang berseru-seru di
padang gurun agar orang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Bagaimana orang bisa
berseru di padang gurun? Untuk siapa? Keterangan yang terdapat pada ay.4
menggambarkan Yohanes sebagai seorang nabi (bdk. 2Raj 1:8 dan Za 13:4) dan
seorang asket/pertapa yang tinggal di padang gurun.
3) Banyak pemimpin agama Yahudi, yakni orang Farisi dan Saduki, datang dan memberi diri dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Penginjil memberikan perhatian khusus kepada kedua kelompok ini. Mengapa? Karena, Yohanes Pembaptis memberikan peringatan keras kepada mereka. Para pemimpin agama ini disebut “keturunan ular berbisa” (Mat 12:34; 23:33) padahal mereka adalah keturunan Abraham. Mereka adalah bangsa pilihan Allah.
4 Lalu, bagaimana bisa dikatakan begitu? Bagi Yohanes Pembaptis, menjadi keturunan Abraham itu bukan soal kelahiran atau etnis, melainkan pertama-tama soal hati, soal pertobatan. Di sini, Yohanes Pembaptis menyerang teologi eksklusif orang Farisi yang mengecualikan orang lain dari keselamatan. Dari sebab itu, orang harus pertama-tama menghasilkan buah-buah pertobatan agar dia dapat diselamatkan “dari murka yang akan datang”. Hari pengadilan sudah dekat. Kerajaan Surga bagi Yohanes Pembaptis kiranya disamakan dengan “hari pengadilan” atau “hari akhir”. Kapak sudah tersedia. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah akan ditebang. Kita tidak tahu persis latar belakang pandangan ini.
Tugas Yohanes Pembaptis hanyalah untuk memanggil orang kepada pertobatan. Dia hanya membaptis dengan air. Akan tetapi akan datang seorang lain yang lebih berkuasa daripadanya. Dia sangat agung, sehingga hanya menjadi hamba-Nya saja Yohanes Pembaptis merasa tidak layak. Siapakah Dia itu? Yohanes Pembaptis tidak menyebut orang itu dengan nama-Nya, tetapi Dia akan “membaptis kamu dengan Roh Kudus dan api”.
Pembaptisan-Nya tidak lagi menjadi tanda pertobatan, tetapi tanda pemberian suatu anugerah yang luar biasa, yakni Roh Kudus sendiri. Akan tetapi Dia juga akan membaptis dengan api yang tidak terpadamkan. Orang-orang jahat akan dihukum-Nya (ay. 12) (bdk.Mal 3:2:”Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu”). Pandangan Yohanes Pembaptis ini sangat berbeda dengan apa yang kita dengar tentang Yesus dalam Injil.
11. Sharing Pengalaman Iman
(Pemandu/fasilitator mengajak para peserta untuk
berbagi pengalaman iman melalui pertanyaan-pertanyaan berikut. Peserta menjawab
dengan menggunakan kata “saya” sebagai subjek/pelaku).
1) Lalu sambil mengaku
dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan (ay.6). Dalam
Gereja Katolik, ada Sakramen Tobat/Pengakuan Dosa/Rekonsiliasi. Bagaimana
pengalaman saya dengan Sakramen Rekonsiliasi ini?
2) Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan
(ay.8). Apa maksud ayat 8 ini? Ayat ini berbicara tentang makna pertobatan. Nah,
apa makna Petobatan bagiku dalam kehidupanku sehari-hari?.
3) Apa pesan perikop Matius 3: 1 – 12 untuk saya
yang sedang berada dalam Masa Adven sekarang ini di Kota Wisata Batu?
12. Pesan dan Penerapan
(Fasilitator menyampaikan pesan yang diambil dari bacaan yang telah direnungkan berikut ini).
1) Pertobatan tidak cukup hanya di dalam hati.
Pertobatan harus tampak dalam perbuatan-perbuatan baik kita. Pertobatan harus
menghasilkan buah-buah pertobatan melalui kata-kata yang menyejukkan hati dan
perbuatan-perbuatan baik.
2) Masa Adven
mengingatkan kita kembali bahwa hidup kita ialah untuk menyongsong Tuhan yang
datang. Hidup kita ialah untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Orang yang
hidup dalam semangat ini akan mendengarkan Tuhan dan mengikuti bimbingan-Nya
dalam segala peristiwa hidupnya. Orang itu hidup dalam semangat pertobatan.
13. Doa Umat
(Setelah mendengarkan pesan dari Allah melalui Sabda
yang tertulis dalam Alkitab , seluruh peserta akan menanggapi Sabda itu dengan
doa. Doa itu bisa berupa pujian, syukur, permohonan, niat, dsb. Setelah semua
peserta menyampaikan doa, fasilitator mengajak para peserta untuk mengucapkan
doa “Bapa Kami”).
14. Doa Penutup
P. Marilah berdoa. Bapa Yang Maha bijaksana, janganlah
kami Ku biarkan berjalan menurut kehendak kami sendiri, melainkan tuntunlah
kami untuk berjalan dalam terang kasih-Mu menyongsong kemuliaan Putra-Mu, Yesus
Kristus yang segera akan datang. Semoga Masa Adven ini menyadarkan kami akan
kedatangan Putra-Mu kelak. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.
15. Berkat
P: Tuhan
sertamu.
U: Dan
sertamu juga.
P: Semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: + Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
U: Amin.
16. Lagu Penutup: PS no. 443 (Ay. 1 dan 2).
“Keadilan akan berkembang pada zamannya, dan
damai sejahtera akan berlimpah sampai slama-lamanya” (Mzm 72:7)
*)Oleh: Seksi Pewartaan Paroki Gembala Baik Batu


Tidak ada komentar:
Posting Komentar