PERTEMUAN ADVEN I-TAHUN A (Berjaga-jagalah Dalam Doa dan Karya; Mat 24: 37 – 44) - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Jumat, 02 Desember 2022

PERTEMUAN ADVEN I-TAHUN A (Berjaga-jagalah Dalam Doa dan Karya; Mat 24: 37 – 44)

 

Pertemuan Adven I di Lingkungan St. Petrus (Dok. Lingkungan)


1.   Tujuan

     a. Peserta memahami alasan dasar untuk bersikap berjaga-jaga
b. Peserta memahami siapakah yang dimaksudkan dengan Anak Manusia.
c. Peserta meneladani Nuh dalam memelihara keseimbangan atau harmoni antara doa dan kerja, aksi dan kontemplasi (actio et contemplatio).

2.     Waktu: 90 menit

3.     Gagasan Pendukung

Berbicara tentang kedatangan Tuhan pada akhir zaman pada masa sekarang ini sangat tidak mudah. Biasanya orang tidak berpikir tentang mati atau tentang akhir zaman. Dunia kita terlalu sibuk dengan persoalan-persoalan yang memang cukup banyak. Kita memang selalu berjaga-jaga, tetapi biasanya terhadap pencuri dan persoalan-persoalan hidup kita. Lantas, merenungkan kedatangan Tuhan pada akhir zaman apakah masih punya makna bagi kita dewasa ini? Apakah misteri iman kita ini masih punya arti praktis bagi hidup kita sehari-hari?

 

Tetap punya arti praktis! Sekali setahun kita diingatkan kembali akan dimensi akhir dari iman kita. Sekali setahun kita diingatkan bahwa yang berkuasa atas semesta alam ini adalah Tuhan Yesus. Memang kekuasaan dan kemuliaan-Nya sekarang ini tersembunyi, tetapi Dia pasti akan datang kembali. Dia akan menyatakan kemuliaan-Nya. Itulah saat keselamatan. Misteri ini harus memberikan kepada kita keberanian untuk percaya dan keberanian untuk berharap. Kita tidak boleh putus asa atau menjadi ragu-ragu di tengah segala tantangan yang kita hadapi. Lalu, bagaimana dengan sikap berjaga-jaga?

 

Berjaga-jaga berarti hidup dengan hati yang sepenuhnya terarah kepada Tuhan dan dalam kesadaran bahwa waktu akhir ada di dalam tangan Tuhan sendiri. Dia akan datang pada waktu yang tepat, tetapi bukan pada waktu yang sesuai dengan kemauan kita. Dari sebab itu, kita tidak perlu takut akan kedatangan-Nya. Dia memang datang untuk mengadili, tetapi Dia adalah Tuhan yang penuh belaskasih. Kepada orang yang setia dan berani mengambil risiko dalam beriman, Dia akan memberi dengan berlimpah-limpah (bdk.Mat 25:14-30). Pengadilan pasti akan datang dan Dia akan mengadili umat-Nya dengan keadilan. Bila kita selalu melihat muka-Nya dalam diri orang yang menderita, kita sudah berjaga-jaga (Mat 25:31-46). Itulah hidup berjaga-jaga yang paling baik.

 

Di Taman Getsemani, Tuhan Yesus juga memperingatkan kita tentang hal berjaga yang lain yakni “berdoa” (Mat 26:41). Orang yang menjalankan hidup doa, dia selalu berjaga dan berada dalam Tuhan. Matanya tertuju kepada Tuhan. Kedatangan Tuhan lama-kelamaan akan menjadi dambaan hatinya. Dia merindukan kedatangan Tuhan.

 

4.     Lagu Pembuka: PS no. 438 (ay.1 dan 2)

5.     Tanda Salib dan Salam

P : Dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U : Amin.

P : Tuhan sertamu

U : Dan sertamu juga

 

6.     Pengantar

(Fasilitator menyampaikan/membacakan Gagasan Pendukung dari Pertemuan I di atas. Sesudah itu, Fasilitator menyampaikan Kata Pengantar berikut ini untuk memberikan penjelasan tentang apa yang hendak dicapai dalam pertemuan ini).

Selamat sore/malam, Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita memasuki masa Adven, masa penantian kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus selaku utusan Allah ke dunia untuk menyelamatkan manusia. Kita diminta untuk bersikap siaga menanti kedatangan Tuhan yang menyelamatkan, sehingga kita pantas dan layak untuk hidup dan tinggal di dalam Kerajaan Allah, Kerajaan Tuhan sendiri. Untuk mengetahui apa yang kita perlu lakukan dalam masa Adven, baiklah terlebih dahulu kita membaca, merenungkan, dan menggali inspirasi dari Kitab Suci, Sabda Tuhan sendiri. Kita akan mendalami tema “Menantikan Kedatangan Tuhan Kini dan Di sini”. Tema ini akan didalami dalam 4 (empat) kali pertemuan dengan masing-masing subtema:  (1) Berjaga-jagalah Dalam Doa dan Karya, (2) Hidup Dalam Semangat Pertobatan, (3) Yesus, Pemenuhan Harapan Kita, dan (4) Kelahiran Yesus Kristus..

Pada Pertemuan Pertama ini, kita akan mendalami subtema “Berjaga-jagalah Dalam Doa dan Karya”. Kita akan merenungkan peringatan Yesus kepada para murid-Nya (dan juga kita) agar tidak bersikap acuh menghadapi hari Tuhan, tetapi berjaga-jaga, karena kedatangan kembali Tuhan itu bagaikan seorang pencuri. 

7.     Doa Pembuka

P: Marilah berdoa. Ya Allah Bapa kami, Sabda-Mu adalah pelita di kala kami mengalami kegelapan. Pada saat ini, kami akan membaca dan merenungkan Sabda-Mu. Bersabdalah Tuhan, kami mendengarkan. Baruilah hidup kami dengan Sabda-Mu, supaya lebih sesuai dengan kehendak-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.

U: Amin. 

8.     Bacaan Kitab Suci (Mat 24: 37 – 44)

(Fasilitator meminta peserta membaca teks secara bergantian, ayat ganjil dibacakan oleh para Ibu, ayat genap oleh para Bapak, dengan suara lantang dan tidak tergesa-gesa. Lalu, teks KS itu dibaca kembali secara bersama-sama).

Nasihat supaya berjaga-jaga (Mat 24:37-44)

24:37 "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

24:39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

24:40 Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan;

24:41 kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.

24:42 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

24:43 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

24:44 Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."

9.     Pendalaman Teks KS

(Fasilitator meminta peserta membaca kembali teks sambil memerhatikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini. Peserta mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu di dalam teks Kitab Suci).

1.     Apa yang dilakukan orang-orang pada zaman Nuh? (ay. 38)

2.     Apa yang dilakukan Nuh? (ay. 38; bdk. Kej 6: 8 – 22)

3.     Bagaimana situasi pada hari kedatangan Tuhan/Anak Manusia kelak? (ay. 40 - 41)

4.     Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Apa arti “berjaga-jagalah”? (ay. 42)

5.     Kedatangan Anak Manusia itu laksana seorang pencuri. Maksudnya? (ay. 43 – 44)

 

10.  Penjelasan Teks KS

1)    Dalam perikop ini (Mat 24:37-44), Yesus memperingatkan para murid-Nya agar tidak bersikap acuh menghadapi hari Tuhan, tetapi berjaga-jaga (ay.37-42), karena kedatangan kembali Tuhan itu bagaikan seorang pencuri (ay.43-44).

2)    Para murid diingatkan oleh Tuhan Yesus agar janganlah mereka menjadi seperti orang-orang pada zaman Nuh yang tidak peduli dengan bencana yang akan datang. Nuh mendirikan bahtera, tetapi orang-orang sezamannya sibuk dengan urusan-urusan mereka sendiri. Mereka bersikap masa bodoh. Mereka tidak menanyakan kepada Nuh tentang maksud pekerjaannya itu. Bahwa akan ada pengadilan dari Tuhan sama sekali tidak masuk dalam pikiran dan sikap hidup mereka. Sikap yang demikian tidak boleh terulang kembali. Murid-murid harus tahu bahwa akan ada pengadilan. Karena itu, mereka harus berjaga-jaga menyongsong kedatangan Tuhan pada akhir zaman. Pada waktu itu, Dia akan menyatakan kekuasaan dan kemuliaan-Nya sebagai yang berkuasa atas segala sesuatu.

3)    Seperti orang-orang lain bekerja dan bergiat supaya hidup, demikian juga Nuh tentu berbuat sesuatu untuk hidup. Nuh memang mendapat kasih harunia di mata Tuhan. Ia seorang yang benar dan tidak bercela di mata Tuhan. Ia seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang lain dan hidup bergaul dengan Allah (bdk. Kej 6:8-9). Namun demikian, ia tetap bekerja dan bergiat sama seperti orang-orang lain. Kasih karunia Tuhan dan kedekatan relasinya dengan Dia tidak membebaskan Nuh dari tugas dan kewajiban manusiawi untuk bekerja.

4)    Pada sisi lain, Nuh tidak hanya bekerja dan bekerja saja. Sebaliknya, dia bekerja dalam sebuah penantian akan datangnya hari penyelamatan yang dilakukan Tuhan bagi diri dan keluarganya. Karena itu, selain ia mengerjakan hal-hal yang biasa untuk kehidupan yang normal manusiawi, ia tidak lupa membuat dan menyiapkan sebuah bahtera bagi keselamatannya sesuai dengan amanat Tuhan.

5)    Seperti contoh atau teladan dari Nuh inilah, kiranya kita mengisi kehidupan kita di dunia ini. Hendaklah kita bekerja dalam suatu orientasi pada kedatangan Tuhan yang menyelamatkan. Dengan demikian, kita tidak hanya bekerja dan menyibukkan diri dalam kegiatan-kegiatan fisik dan mental, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan spiritual-rohani. Kita harus menjaga keseimbangan antara actio et contemplatio, ora et labora, doa dan karya. Artinya, selain bekerja dalam kegiatan fisik-jasmani, kita juga harus berdoa atau berkontemplasi. Seperti Nuh, selain kita sibuk bekerja sama seperti orang lain, kita juga perlu menyediakan tempat yang khusus dan memberi waktu yang eksklusif untuk membuat “bahtera keselamatan” dalam kegiatan spiritual-rohani seperti berdoa, refleksi, meditasi, dan kontemplasi.

6)    Situasi pada hari kedatangan Tuhan itu sama seperti dua orang yang sedang sama-sama bekerja di suatu tempat, yang seorang dibawa dan yang lainnya ditinggalkan. Mengerikan apabila terjadi perpisahan semacam itu. Itulah pengadilan. Yang satu dibawa kepada Tuhan dan yang lainnya ditinggalkan untuk mengalami malapetaka. Mereka bisa melakukan perbuatan yang sama, tetapi nasibnya berbeda. Mengapa? Karena pengadilan itu ada di tangan Tuhan dan waktunya tak terduga. Orang yang siap dan berjaga-jaga akan berada bersama Tuhan.

7)    Kedatangan Tuhan itu laksana seorang pencuri. Tuhan Yesus tidak ragu-ragu membandingkan Allah atau perbuatan Allah dengan tindakan orang jahat. Kedatangan-Nya sendiri pada akhir zaman dibandingkan-Nya dengan kedatangan pencuri. Pencuri selalu datang pada saat yang tidak kita duga. Jadi, kita harus selalu siap sedia dan tidak hanya pada waktu kita sudah tahu kapan ia datang. Tidak ada pencuri yang memberitahukan kapan ia datang. Demikian pula dengan kedatangan Tuhan. Kita harus selalu berjaga-jaga menyongsong kedatangan Tuhan Yesus.

8)    Berjaga-jaga berarti hidup dengan hati yang sepenuhnya terarah kepada Tuhan dan dalam kesadaran bahwa waktu akhir ada di dalam tangan Tuhan sendiri. Dia akan datang pada waktu yang tepat, tetapi bukan pada waktu yang sesuai dengan kemauan kita. Dari sebab itu, kita tidak perlu takut akan kedatangan-Nya. Dia memang datang untuk mengadili, tetapi Dia adalah Tuhan yang penuh belaskasihan. Kepada orang yang setia dan berani mengambil risiko dalam beriman, Dia akan memberi dengan berlimpah-limpah (bdk.Mat 25:14-30). Pengadilan pasti akan datang dan Dia akan mengadili umat-Nya dengan keadilan. Bila kita selalu melihat muka-Nya dalam diri orang yang menderita, kita sudah berjaga-jaga (Mat 25:31-46). Itulah hidup berjaga-jaga yang paling baik.

9)    Ungkapan “Anak Manusia” menggemakan Dan 7:13, yakni Anak Manusia yang datang menghadap Yang Mahakuasa untuk memperoleh anugerah atas seluruh alam semesta. Siapakah Anak Manusia itu? Bila dibaca dengan cermat, sosok Anak Manusia dalam Kitab Daniel menggambarkan kemanusiaan baru yang sepenuhnya ada di hadirat ilahi dan bebas dari pengaruh yang jahat. Bila Yesus digambarkan sebagai Anak Manusia dalam artian ini, maka Ia datang dengan kuasa dari Allah sendiri.

 11.  Sharing Pengalaman Iman

(Pemandu/fasilitator mengajak para peserta untuk berbagi pengalaman iman melalui pertanyaan-pertanyaan berikut. Peserta menjawab dengan menggunakan kata “saya” sebagai subjek/pelaku). 

1)    Bagaimana saya memelihara keseimbangan antara doa dan karya/kerja, aksi dan kontemplasi dalam kehidupanku sehari-hari?

2)    Apa pesan perikop Injil ini untuk saya yang hidup dan berkarya (tinggal) di Paroki “Gembala Baik”  Batu?

12.  Pesan dan Penerapan

(Fasilitator menyampaikan pesan yang diambil dari bacaan yang telah direnungkan berikut ini)

Masa Adven menjadi momentum untuk menjaga dan memelihara keseimbangan atau harmoni antara aksi dan kontemplasi, doa dan karya, ora et labora dalam irama kehidupan kita. Dengan demikian, kita – seperti Nuh – akan selamat pada hari kedatangan Tuhan, karena kita tidak hanya bekerja dalam kegiatan-kegiatan duniawi, tetapi juga membangun “bahtera keselamatan” dengan menciptakan pergaulan yang erat dengan Tuhan dalam doa dan refleksi, meditasi dan kontemplasi.

13.  Doa Umat

(Setelah mendengarkan pesan dari Allah melalui Sabda yang tertulis dalam Alkitab , seluruh peserta akan menanggapi Sabda itu dengan doa. Doa itu bisa berupa pujian, syukur, permohonan, niat, dsb. Setelah semua peserta menyampaikan doa, fasilitator mengajak para peserta untuk mengucapkan doa “Bapa Kami”).

14.  Doa Penutup

P. Marilah berdoa. Ya Bapa, kami bersyukur atas Firman-Mu yang telah kami renungkan bersama pada sore/malam ini. semoga dengan kedatangan Yesus Putra-Mu, hati kami senantiasa dijamah dengan belalaian kasih-Nya untuk berjaga-jaga dalam segala ketegaran jiwa. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

U: Amin.

15.  Berkat

P: Tuhan sertamu.

U: Dan sertamu juga.

P: Semoga kita sekalian diberkati oleh Allah yang Mahakuasa: + Dalam Nama Bapa dan  

     Putra dan Roh Kudus.

U: Amin.

16.  Lagu Penutup: PS no. 439 (Ay. 1 dan 2).

  

“Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita” (Mzm 122:1)


                                *)Oleh: Seksi Pewartaan Paroki Gembala Baik Batu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar