Kita mengenal sebuah pepatah Latin yang berbunyi: Ora et labora; berdoa dan bekerja. Dua hal ini juga menjadi pokok penting dalam hidup beriman. Menjadi murid Yesus yang baik, tidak cukup jika kita hanya berdoa terus-menerus tanpa melakukan karya cinta kasih bagi sesama. Sebaliknya, karya cinta kasih kita haruslah berasal dari satu kesatuan yang intim dengan Tuhan. Doa dan karya menjadi satu kesatuan dalam cara hidup beriman kita setip hari. Karena itu buatlah keseimbangan antara doa dan karya, ibadah dan pelayanan. Untuk menyemangati kita dalam berdoa dan berkarya, Gereja mengajak kita untuk meminta bantuan Roh Kudus. Dalam kisah Injil hari ini kita mendengar bagaimanaYesus meminta murid-murid-Nya untuk meminta segala sesuatu kepada Bapa dalam nama-Nya. Yesus begitu mencintai kita sehingga apa pun yang kita minta kepada Bapa dalam nama-Nya akan diterima dan dipenuhi dengan sukacita. Berdoa dalam nama Yesus juga merupakan wujud rasa syukur kita akan kasih Allah dalam hidup. Dalam nama-Nya kita akan menerima segala sesuatu.Tanpa ada saat-saat perjumpaan dengan sabda dalam suasana doa, saat-saat percakapan tulus dengan Tuhan, kerja kita dengan mudah menjadi tanpa arti; kita kehilangan kekuatan. Kita diajak untuk senantiasa berdoa kepada Tuahan. Mungkin ada orang yang mengeluh dan merasa doanya tidak didengarkan Tuhan. Mari kita refleksikan kembali, tentang isi doa kita dan bagaimana kita berdoa. Jangan sampai kita hanya menuntut apa yang kita inginkan, bukan yang kita butuhkan dari Tuhan. Isi doa yang paling baik sudah diajarkan oleh Yesus sendiri, yakni Doa Bapa Kami. Doa ini menjadi model dari doa kita. Selain itu tentang bagaimana cara berdoa, ajaran dari guru rohani kita St. Theresia Avila, dapat kita perhatikan. St. Theresia Avila mengajarkan ada tiga hal yang harus kita sadari ketika berdoa, yakni: 1. Sadar sedang berdoa Seringkali kita berdoa tanpa hati, cepat sekali kata-katanya dan tanpa bobot dan sering mengalami pelanturan. Bagaimana bila ada pelanturan? Theresia mengajarkan, jangan dilawan dengan keras atau marah atau jengkel, tapi tersenyumlah karna itu memang kelemahan kita manusia. Abaikan pelanturan, langsung kembali lagi ke doa anda yang semula. 2. Sadar pada siapa kita berdoa Kita sedang berbicara pada Allah Bapa yang sangat mencintai kita. Jadi saat kita mengucapkan kata "Bapa", bayangkanlah Ia ada di depan kita, memandang kita dengan cintaNya. Ia melihat kedalaman hati kita dan kita mempersembahkan hati kita kepadaNya yang selalu menerima dan mencintai kita apa adanya. 3. Sadar kita ini berdosa dan selalu butuh kerahimanNya. Dengan kesadaran ini, akan membuat hati kita menjadi berkobar-kobar untuk terus menantikanNya setiap saat karena Ia adalah Allah yang maharahim yang tidak pernah menolak hati yang remuk redam. Dan menurut St. Terisia Avila, hal yang harus selalu diingat bahwa yang menjadi dasar dari doa adalah cinta kepada sesama, kelepasan dan kerendahan hati. Marilah kita senantiasa berusaha untuk selalu berkomunikasi dengan Tuhan. Yakinlah pada janji Yesus, bahwa apapun yang kita minta dalam nama Yesus akan terkabulkan. Tuhan Memberkati.....
Postingan Populer
-
Ilustrasi Yohanes berkotbah di padang gurun (Foto: alkitabonline.org) Bacaan-bacaan Kitab Suci selama masa adventus, secara k...
Cari Blog Ini
Rabu, 17 November 2021
Home
Unlabelled
ROH KUDUS MENYEMANGATI KITA UNTUK BERDOA DAN BERKARYA (Novena Hari Ke-2)
ROH KUDUS MENYEMANGATI KITA UNTUK BERDOA DAN BERKARYA (Novena Hari Ke-2)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar