Tema Hari Minggu Komunikasi Dunia tahun 2015 ini adalah “Komunikasi dalam Keluarga: Tempat Istimewa Menemukan Keindahan Cinta”. Dalam pesannya di hari komunikasi dunia ini, Paus Fransiskus mengatakan bahwa bagaimanapun juga, keluarga adalah tempat pertama-tama belajar bagaimana berkomunikasi. Dari seorang ibu kita mulai belajar berkomunikasi. Ibu akan mengajarkan anak-anak untuk belajar berbicara, diawali dengan mengucapkan kata sederhana seperti mama, papa, dll. Bahkan sejak dalam rahim seorang ibu, manusia sudah mulai belajar berkomunikasi. Paus Fransiskus memberikan contoh dari perikop Injil yang mengisahkan kunjungan Maria kepada Elisabet (Luk 1:39-56). ”Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ‘Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu’” (ay. 41-42). Kisah perikop itu memperlihatkan bagaimana komunikasi itu pada dasarnya juga melibatkan bahasa tubuh. Respon Elisabet atas salam Maria pertama-tama diekspresikan oleh bayi di dalam kandungannya yang melonjak kegirangan. Bagi Paus Fransiskus, rahim adalah “sekolah” komunikasi yang pertama, tempat mendengarkan dan kontak fisik di mana kita mulai mengakrabkan diri dengan dunia luar dalam sebuah lingkungan yang terlindung, dengan suara yang menenteramkan dari detak jantung sang ibu. Pertemuan di antara dua orang, yang saling terkait begitu erat namun tetap berbeda satu sama lain, sebuah pertemuan yang sarat janji, adalah pengalaman komunikasi kita yang pertama. Ini adalah pengalaman yang kita semua miliki, karena masing-masing kita terlahir dari seorang ibu. Bahkan setelah kita terlahir ke dunia, dalam arti tertentu kita masih tetap berada dalam sebuah “rahim”, yakni keluarga. Dalam keluaga kita mulai belajar berkomunikasi. Ketika para orangtua menidurkan anak-anak mereka yang baru lahir, mereka sering kali mempercayakan anak-anak itu kepada Tuhan, seraya memohon agar Ia menjaga mereka. Ketika anak-anak itu bertambah usia, para orangtua membantu mereka untuk bisa berkomunikasi dengan Tuhan, dengan mengajarkan beberapa doa sederhana, mulai dengan tanda salib, dll. Anak juga diajarkan untuk berkomunikasi dengan sesamanya, mulai dengan menyapa, seraya mengenang kasih sayang orang lain, misalnya mengucapkan terima kasih jika menerima pemberian orang lain. Di dalam keluarga itulah sebagian besar kita mempelajari dimensi rohani komunikasi. Di dalam keluarga kita belajar bagaimana masing-masing bisa saling berbagi dan mendukung, belajar mampu mengartikan secara tepat ekspresi wajah orang dan membaca isi hatinya sekalipun diam tak berkata-kata. Semakin lama sebuah pasangan hidup dalam persatuan, semakin ia bisa mengenal bahasa isyarat pasangannya. Sebaliknya jika bertahun-tahun hidup bersama (menikah) tetapi tidak menangkap bahasa isyarat pasangannya, berarti persatuannya kedua pasangan ini masih kurang. Hal-hal yang kelihatan sederhana, sangat membantu kita untuk memahami makna komunikasi sebagai kedekatan pertalian batin yang saling meneguhkan. Di pihak lain, Paus Fransiskus juga berpesan agar kita dapat menggunakan alat-alat komunikasi modern dengan sebaik-baiknya. Dewasa ini media modern, yang merupakan bagian hakiki dari kehidupan kaum muda khususnya, dapat menjadi bantuan namun juga halangan bagi komunikasi di dalam dan di antara keluarga. Di sini orang tua mempunyai peranan penting untuk mendidik anak-anak. Salah satu contoh sederhana, yakni tentang penggunaan hand phone. Ada orang tua yang anaknya baru SD sudah dibelikan HP. Anak yang sebenarnya masih harus belajar berbicara dengan orang tua dan lebih banyak mendengarkan orang tua, sudah dialihkan ke HP. Janganlah kaget dan menyesal, bila di kemudian hari anak tidak lagi mendengar nasihat orang tua. Nasihatnya sudah ada di HP, kesenangannya sudah ada di game HP. Orang tua omong, tidak didengar lagi, karena di HP sudah ada musiknya. Di tengah kesibukan kita, janganlah lupa untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Hanya melalui komunikasi dengan-Nya, kita bisa memahami karya Roh Kudus dalam diri kita.
Postingan Populer
-
Ilustrasi Yohanes berkotbah di padang gurun (Foto: alkitabonline.org) Bacaan-bacaan Kitab Suci selama masa adventus, secara k...
Cari Blog Ini
Rabu, 17 November 2021
Home
Unlabelled
KOMUNIKASI DALAM KELUARGA (Novena Hari Ke-3)
KOMUNIKASI DALAM KELUARGA (Novena Hari Ke-3)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar