![]() |
| Ilustrasi (Foto: Harian Fajar) |
Namun, ada pula sebagian besar
yang merayakan momen ini, bahkan menjadikannya sebagai suatu hari
istimewa dalam hidup mereka terutama bagi kaum muda yang sedang jatuh
cinta.
Sampai saat ini belum dapat dipastikan tentang cikal bakal atau sejarah
dari perayaan hari Valentine. Ada banyak versi tentang sejarah
Valentine, namun di sini saya hanya mengutip tiga versi yang menjelaskan
tentang cikal bakal dari perayaan ini.
Versi pertama, menjelaskan bahwa Valentine adalah seorang pendeta di
Terni. Ia menyebarkan ajaran Kristen dan mempengaruhi beberapa keluarga
Romawi agar masuk ke dalam agama Kristen. Sebagai akibat dari
tindakannya itu maka Kaisar Claudius II memerintahkan untuk menangkap
dan memenjarakan St. Valentine. Beberapa saat sebelum kepalanya
dipenggal ia menulis sepucuk surat kepada para putri penjaga penjara.
Dalam surat itu ia mendoakan mereka agar senantiasa melihat dan mendapat
kasih sayang dari Tuhan dan sesama. Pada akhir suratnya itu tertulis
“Dari Valentinemu”. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M, sehingga
tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Valentine atau Hari Kasih
Sayang.
Versi Kedua, menceritakan bahwa pada waktu Claudius II menjadi Kaisar,
ia melarang para pemuda untuk tidak menikah. Hal ini dimaksudkan agar
mereka lebih kuat dan tabah dalam medan perang. Namun kebijakan dari
Kaisar ini tidak disetujui oleh St. Valentine. Ia berusaha untuk
mengatakan secara langsung kepada Kaisar namun karena kekejaman Kaisar
maka St. Valentine dengan diam-diam menikahkan mereka. Karena peristiwa
itu akhirnya diketahui oleh Kaisar maka ia ditangkap dan dihukum
gantung. Peristiwa itu bertepatan dengan tanggal 14 Februari 269 M,
sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Valentine.
Selain kedua versi di atas, ada sebuah versi lain yang menghubungkan
peristiwa ini dengan seorang pendeta yang hidup di Roma pada tahun 200
M. Menurut versi ini St. Valentine dipenggal kepalanya di Palatine Hill.
Kepalanya dipenggal ketika ia masih berada di dalam penjara. Alasan
dari pemenggalan kepalanya karena ia memusuhi dan menentang Kaiser
Claudius II.
Bertolak dari data historis di atas maka di dunia barat
momen ini diperingati setiap tanggal 14 Februari sebagai hari Kasih
Sayang.
Momen ini pertama kali dirayakan oleh para bangsawan lewat
pesta-pesta dan pemberian hadiah yang bersifat pribadi. Namun
perkembangan selanjutnya perayaan Valentine dijadikan sebagai perayaan
kaum muda, dimana berkembang kebiasaan bertukar kado, coklat dan bunga,
sebagai ungkapan Kasih Sayang mereka satu sama lain.
Momen ini akhirnya dirayakan setiap tahun dan berkembang hingga sekarang
ini. Perkembangannya semakin luas dan tidak dapat dibendung oleh waktu
dan perjalanan zaman.
Di negara kita pun Valentine menjadi momen penting
di kalangan kaum muda untuk mengekspresikan cintanya. Momen ini mulai
dirayankan sekitar tahun 1980-an. Ketika itu media telekomunikasi
khususnya Televisi menampilkan film-film yang bertemakan perayaan
tersebut. Banyak kaum muda berusaha mengadopsi perayaan ini sebagai
ajang menukar kado. Perayaan ini biasanya dilaksanakan di kafe-kafe,
hotel-hotel, dan tempat-tempat yang romantis. Namun sangat disayangkan
acara yang dibuat untuk perayaan ini kadang kala berdampak negatif yang
dapat merugikan banyak orang.
Perayaan Valentine yang awalnya sebagai
ekspresi kasih sayang, kini direduksi dalam tindakan-ti ndakan yang
mengganggu keamanan masyarakat serta menghancurkan masa depan kaum muda.
Sebenarnya hari Kasih Sayang yang dirayakan setiap tahun dapat dijadikan
sebagai sebuah wahana untuk menyadarkan kita akan pentingnya kasih
sayang di atara sesama. Motivasi ini menjadi sangat penting, apalagi
dunia kita sekarang ini sering terjadi peperangan, penindasan dan aneka
tindakan amoral lainnya yang dapat terjadi akibat kurangnya rasa kasih
sayang atau rasa cinta terhadap sesama.
Maka Valentine sebenarnya bukan
hanya merupakan perayaan kaum muda, melainkan dapat dijadikan sebagai
perayaan kita bersama. Kasih sayang dapat dilakukan oleh,dari dan untuk
semua orang.
Tanggal 14 Februari adalah hari Kasih Sayang, namun Kasih Sayang harus
dapat kita rayakan setiap hari. Dari Sang Cinta kita mendapatkan cinta,
maka kita dipanggil untuk membagikan cinta, karena cinta hanya untuk
cinta.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar