HARI VALENTINE - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Rabu, 17 November 2021

HARI VALENTINE

 

Ilustrasi (Foto: Harian Fajar)



Hari ini, tepatnya pada tanggal 14 Februari seperti biasanya kita merayakan hari Valentine. Ada sebagian orang di antara kita yang tidak mau merayakan hari Valentine. Tentu mereka mempunyai alasan, di antaranya bahwa momen tersebuat hanyalah suatu kebiasaan yang diadopsi dari budaya barat. Selain itu, ada pula yang berpendapat bahwa perayaan ini tidak boleh dirayakan karena merupakan salah satu bidaah atau ajaran sesat. Dan masih banyak lagi alasan lain yang pada intinya menegaskan bahwa Valentine tidak boleh dirayakan. 

Namun, ada pula sebagian besar yang merayakan momen ini, bahkan menjadikannya sebagai suatu hari istimewa dalam hidup mereka terutama bagi kaum muda yang sedang jatuh cinta. Sampai saat ini belum dapat dipastikan tentang cikal bakal atau sejarah dari perayaan hari Valentine. Ada banyak versi tentang sejarah Valentine, namun di sini saya hanya mengutip tiga versi yang menjelaskan tentang cikal bakal dari perayaan ini. 

Versi pertama, menjelaskan bahwa Valentine adalah seorang pendeta di Terni. Ia menyebarkan ajaran Kristen dan mempengaruhi beberapa keluarga Romawi agar masuk ke dalam agama Kristen. Sebagai akibat dari tindakannya itu maka Kaisar Claudius II memerintahkan untuk menangkap dan memenjarakan St. Valentine. Beberapa saat sebelum kepalanya dipenggal ia menulis sepucuk surat kepada para putri penjaga penjara. Dalam surat itu ia mendoakan mereka agar senantiasa melihat dan mendapat kasih sayang dari Tuhan dan sesama. Pada akhir suratnya itu tertulis “Dari Valentinemu”. Surat itu tertanggal 14 Februari 270 M, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. 

Versi Kedua, menceritakan bahwa pada waktu Claudius II menjadi Kaisar, ia melarang para pemuda untuk tidak menikah. Hal ini dimaksudkan agar mereka lebih kuat dan tabah dalam medan perang. Namun kebijakan dari Kaisar ini tidak disetujui oleh St. Valentine. Ia berusaha untuk mengatakan secara langsung kepada Kaisar namun karena kekejaman Kaisar maka St. Valentine dengan diam-diam menikahkan mereka. Karena peristiwa itu akhirnya diketahui oleh Kaisar maka ia ditangkap dan dihukum gantung. Peristiwa itu bertepatan dengan tanggal 14 Februari 269 M, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Valentine. 

Selain kedua versi di atas, ada sebuah versi lain yang menghubungkan peristiwa ini dengan seorang pendeta yang hidup di Roma pada tahun 200 M. Menurut versi ini St. Valentine dipenggal kepalanya di Palatine Hill. Kepalanya dipenggal ketika ia masih berada di dalam penjara. Alasan dari pemenggalan kepalanya karena ia memusuhi dan menentang Kaiser Claudius II. Bertolak dari data historis di atas maka di dunia barat momen ini diperingati setiap tanggal 14 Februari sebagai hari Kasih Sayang. 

Momen ini pertama kali dirayakan oleh para bangsawan lewat pesta-pesta dan pemberian hadiah yang bersifat pribadi. Namun perkembangan selanjutnya perayaan Valentine dijadikan sebagai perayaan kaum muda, dimana berkembang kebiasaan bertukar kado, coklat dan bunga, sebagai ungkapan Kasih Sayang mereka satu sama lain. Momen ini akhirnya dirayakan setiap tahun dan berkembang hingga sekarang ini. Perkembangannya semakin luas dan tidak dapat dibendung oleh waktu dan perjalanan zaman. 

Di negara kita pun Valentine menjadi momen penting di kalangan kaum muda untuk mengekspresikan cintanya. Momen ini mulai dirayankan sekitar tahun 1980-an. Ketika itu media telekomunikasi khususnya Televisi menampilkan film-film yang bertemakan perayaan tersebut. Banyak kaum muda berusaha mengadopsi perayaan ini sebagai ajang menukar kado. Perayaan ini biasanya dilaksanakan di kafe-kafe, hotel-hotel, dan tempat-tempat yang romantis. Namun sangat disayangkan acara yang dibuat untuk perayaan ini kadang kala berdampak negatif yang dapat merugikan banyak orang. 

Perayaan Valentine yang awalnya sebagai ekspresi kasih sayang, kini direduksi dalam tindakan-ti ndakan yang mengganggu keamanan masyarakat serta menghancurkan masa depan kaum muda. Sebenarnya hari Kasih Sayang yang dirayakan setiap tahun dapat dijadikan sebagai sebuah wahana untuk menyadarkan kita akan pentingnya kasih sayang di atara sesama. Motivasi ini menjadi sangat penting, apalagi dunia kita sekarang ini sering terjadi peperangan, penindasan dan aneka tindakan amoral lainnya yang dapat terjadi akibat kurangnya rasa kasih sayang atau rasa cinta terhadap sesama. 

Maka Valentine sebenarnya bukan hanya merupakan perayaan kaum muda, melainkan dapat dijadikan sebagai perayaan kita bersama. Kasih sayang dapat dilakukan oleh,dari dan untuk semua orang. Tanggal 14 Februari adalah hari Kasih Sayang, namun Kasih Sayang harus dapat kita rayakan setiap hari. Dari Sang Cinta kita mendapatkan cinta, maka kita dipanggil untuk membagikan cinta, karena cinta hanya untuk cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar