| Situasi Correctio Fraterna (Dokumen Pribadi) |
Dalam tradisi hidup menggereja dikenal istilah correctio fraterna yang
biasanya dilakukan dalam komunitas-komunitas religius. Correctio fraterna dilakukan
atas dasar semangat saling mencintai dan menyayangi, saling menghargai dan
menghormati satu sama lain, saling memperbaiki dan menawarkan solusi yang
terbaik bagi saudara yang melakukan kesalahan.
Dalam Injil Matius 18:15-20 Yesus menyatakan:
“Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia
mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak
mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas
keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia
tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia
tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak
mengenal Allah atau seorang pemungut cukai”.
Bila seseorang berdosa atau memiliki kesalahan, ada beberapa tahap
pendekatan yang harus dijalankan agar tujuan yang mau dicapai dapat diperoleh.
Pertama, kalau ada seorang saudara bersalah atau
berdosa, tegurlah ia di bawah empat mata. Artinya, dua orang saja yang membahas
dan mencari solusi persoalan tersebut. Namun kalau saudara tersebut tidak
mendengarkan pendapat kita barulah melangkah ke tahap berikut.
Kedua, jika ketika face to face tidak mendengarkan juga, bawalah seorang atau dua
orang lagi, supaya dengan keterangan dua atau tiga orang saksi perkara tersebut
dapat dipecahkan. Jika saudara tersebut juga tidak mau mendengarkan,
sampaikanlah masalah tersebut kepada orang banyak atau jemaat.
Ketiga, jika ia juga tidak mau mendengarkan apa yang
dikatakan orang banyak (jemaat), pandanglah dia sebagai orang yang tidak
mengenal Allah. Kalau dikategorikan sebagai orang yang tidak mengenal Allah
berarti tidak ada cinta dan kasih dalam dirinya. Dia mau berbuat dan berbicara
semaunya saja tanpa mau menghargai dan menghormati orang lain.
Tujuan:
Ø Menyadarkan
para saudara akan perbuatannya yang kurang baik. Maka kegiatan ini bukan untuk
menghakimi melainkan untuk membantu para saudara yang lain agar bisa memperbaiki
kesalahannya.
Ø Menyelamatkan
para saudara dari dosa (bdk. Yak
5:19-20).
Ø Menyadarkan
saudara akan potensi-potensi/talenta yang dimiliki agar semakin dikembangkan.
Ø Mewujudkan
kebahagiaan hidup bersama dalam komunitas.
Faktor Penentu Keberhasilan Correctio
Fraterna
- Terletak pada yang menilai (mengoreksi) dan yang dinilai:
- Yang menilai diharapkan untuk mengoreksi dengan penuh kasih persaudaraan (tidak emosional), dan dengan jujur/terbuka.
- Yang dinilai diharapkan untuk mendengar dengan rendah hati penilaian dari para saudara dan berusaha membenahi diri.
- Mau saling memaafkan.
Langkah-langkah Correctio Fraterna:
1) Lagu
pembuka
2) Doa
pembuka
3) Saling
mengoreksi (sesuai dengan pembagian).
4) Saudara
yang dikoreksi atau dinilai dimohon diam mendengarkan dan mencatat hasil
koreksi dan penilaian temannya (tidak protes atau menyangkal).
5) Setelah
semua selesai memberikan koreksi/penilain, barulah saudara yang dikoreksi
memberikan tanggapan singkat tentang penilaian/koreksi teman-temannya.
6) Supaya
tidak membosankan, bisa diiringi dengan lagu.
7) Pembina
menyimpulkan dan mengomentari jalannya correctio fraterna.
8) Saat
hening untuk mengendapkan apa yang sudah didengar, dikoreksi, atau apa yang dinilai oleh
teman-temannya.
9) Doa
penutup
10) Lagu penutup (Tema Persaudaraan, Salam Damai).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar