Correctio Fraterna Ala PSM - Percik Permenungan

Percik Permenungan

Blog ini berisi renungan dan berbagai katekese tentang iman Katolik.

"Selamat Bergabung & Merenung"

"Selamat Bergabung & Merenung"

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Selasa, 16 November 2021

Correctio Fraterna Ala PSM

 

Situasi Correctio Fraterna (Dokumen Pribadi)



Dalam tradisi hidup menggereja dikenal istilah correctio fraterna yang biasanya dilakukan dalam komunitas-komunitas religius. Correctio fraterna dilakukan atas dasar semangat saling mencintai dan menyayangi, saling menghargai dan menghormati satu sama lain, saling memperbaiki dan menawarkan solusi yang terbaik bagi saudara yang melakukan kesalahan.

Dalam Injil Matius 18:15-20 Yesus menyatakan: “Apabila saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu, engkau telah mendapatnya kembali. Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan. Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai”.

Bila seseorang berdosa atau memiliki kesalahan, ada beberapa tahap pendekatan yang harus dijalankan agar tujuan yang mau dicapai dapat diperoleh.
Pertama, kalau ada seorang saudara bersalah atau berdosa, tegurlah ia di bawah empat mata. Artinya, dua orang saja yang membahas dan mencari solusi persoalan tersebut. Namun kalau saudara tersebut tidak mendengarkan pendapat kita barulah melangkah ke tahap berikut.
Kedua, jika ketika face to face tidak mendengarkan juga, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya dengan keterangan dua atau tiga orang saksi perkara tersebut dapat dipecahkan. Jika saudara tersebut juga tidak mau mendengarkan, sampaikanlah masalah tersebut kepada orang banyak atau jemaat.
Ketiga, jika ia juga tidak mau mendengarkan apa yang dikatakan orang banyak (jemaat), pandanglah dia sebagai orang yang tidak mengenal Allah. Kalau dikategorikan sebagai orang yang tidak mengenal Allah berarti tidak ada cinta dan kasih dalam dirinya. Dia mau berbuat dan berbicara semaunya saja tanpa mau menghargai dan menghormati orang lain.


Tujuan:
Ø  Menyadarkan para saudara akan perbuatannya yang kurang baik. Maka kegiatan ini bukan untuk menghakimi melainkan untuk membantu para saudara yang lain agar bisa memperbaiki kesalahannya.
Ø  Menyelamatkan para saudara dari dosa (bdk. Yak 5:19-20).
Ø  Menyadarkan saudara akan potensi-potensi/talenta yang dimiliki agar semakin dikembangkan.
Ø  Mewujudkan kebahagiaan hidup bersama dalam komunitas.


Faktor Penentu Keberhasilan Correctio Fraterna
  • Terletak pada yang menilai (mengoreksi) dan yang dinilai:
  • Yang menilai diharapkan untuk mengoreksi dengan penuh kasih persaudaraan (tidak emosional), dan dengan jujur/terbuka.
  • Yang dinilai diharapkan untuk mendengar dengan rendah hati penilaian dari para saudara dan berusaha membenahi diri.
  • Mau saling memaafkan.

 

Langkah-langkah Correctio Fraterna:
1) Lagu pembuka
2) Doa pembuka
3) Saling mengoreksi (sesuai dengan pembagian).
4) Saudara yang dikoreksi atau dinilai dimohon diam mendengarkan dan mencatat hasil koreksi dan penilaian temannya (tidak protes atau menyangkal).
5) Setelah semua selesai memberikan koreksi/penilain, barulah saudara yang dikoreksi memberikan tanggapan singkat tentang penilaian/koreksi teman-temannya.
6) Supaya tidak membosankan, bisa diiringi dengan lagu.
7) Pembina menyimpulkan dan mengomentari jalannya correctio fraterna.
8) Saat hening untuk mengendapkan apa yang sudah didengar, dikoreksi, atau apa yang dinilai oleh teman-temannya.
9) Doa penutup
10) Lagu penutup (Tema Persaudaraan, Salam Damai).

 
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar