Garam dan terang memainkan peranan penting dalam dunia Yahudi dan
Timur Tengah kuno bahkan dalam kehidupan harian kita. Kitab Suci dan Liturgi
Gereja mencatat berbagai lambang dan fungsi garam dan terang itu:
1.Garam adalah lambang kemurnian; karena garam adalah benda yang paling bersih, sebab ia berasal dari laut dan matahari.
2. Garam memberi rasa kepada segala sesuatu.
Di samping itu, terang berfungsi: bila dilihat semua orang. Ia
berfungsi sebagai penuntun jalan. Ingat saja mercu suar dipantai laut atau
lampu-lampu lalu lintas. Alangkah susahnya, bila jalan itu gelap dan tidak
diterangi sinar lampu. Terang sering berfungsi sebagai peringatan. Lampu merah
mengingatkan manusia akan bahaya: STOP! Hati-hati.
Yesus dalam Injil hari ini berbicara tentang “Garam dan Terang.
Agaknya kiasan mengenai garam dan terang dunia saling melengkapi. Hubungan
timbal balik antara kiasan-kiasan ini nampak misalnya dalam keserupaan
pengungkapan: “Kamu adalah garam dunia”, dan “Kamu adalah terang dunia”. Juga
terdapat keserupaan dalam isinya: “selaku garam, kamu harus asin; selaku terang
kamu harus bercahaya”.
Yang layak menjadi garam dan terang adalah mereka yang berbahagia
ini. Orang yang dalam dirinya ada “kebahagiaan”, hampir pasti akan dapat
menyalurkan kebahagiaan itu kepada orang lain. Itu berarti ia dapat menggarami
dan menerangi orang lain. Mereka yang miskin, yang tak mengharapkan apa-apa pun
dari dirinya sendiri, yang menyerahkan seluruh hidupnya kepada kehendak Allah,
mereka ini dapat langsung melihat “kehendak Allah; mereka ini dapat langsung
melihat “terang” dan “kebenaran” yang kemudian dapat mewartakannya; dapat
memberi kesaksiannya (ingat para gembala).
“Kamu adalah Garam dan Terang dunia”. Yesus pun menyapa kita sebagai garam dan terang dunia. Itu berarti seperti para murid Yesus, kita pun mempunyai peranan yang sangat penting dalam membangun dunia ini, dalam membangun lingkungan dan masyarakat serta umat kita. Mutu kekeristenan kiranya nampak dalam tugas kita sebagai penuntun jalan. Dalam arti memberi teladan yang baik. Sebagai pengiman Kristus, kita tidak membawa kepada dunia suatu filsafat baru, atau suatu ajaran hikmat yang hebat, tetapi membawa sikap yang baik yang nampak dalam perbuatan-perbuatan kita yang baik.
@Dasriminocarm


Tidak ada komentar:
Posting Komentar